Serba-serbi Jakarta Fair 2022: Tiket, Jadwal Konser, hingga Sejarahnya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
JIEXPO Kemayoran. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
JIEXPO Kemayoran. Foto: Shutterstock

Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) akhirnya kembali digelar tahun ini. Sudah 2 tahun acara rutin di Ibu Kota itu dilarang karena pandemi COVID-19.

Tahun ini merupakan gelaran ke-53 Jakarta Fair untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta yang ke-495 pada 22 Juni nanti. Kali ini, Jakarta Fair akan digelar pada 9 Juni sampai 17 Juli 2022 di Arena JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran 2022 mengambil tema ‘Setelah pandemi, Jakarta Fair bangkit kembali’ dengan sub tema ‘Majulah produk-produk Indonesia untuk pasar domestic dunia’,” ujar Direktur Pemasaran Jakarta Internasional Expo (JIExpo) Ralph Scheunemann, dalam keterangannya di konferensi pers Jakarta Fair 2022 pada Senin (6/6), yang disiarkan melalui Instagram resmi Jakarta Fair @jakartafairid.

Suasana Pekan Raya Jakarta 2019. Foto: Shutterstock

Dilansir dari laman jakartafair.co.id, Jakarta Fair Kemayoran 2022 akan memamerkan segala macem produk unggulan dari berbagai sektor industri, seperti otomotif, fashion, peralatan rumah tangga, furniture, elektronik, kuliner, industri kreatif, perbankan, kosmetik, dan lain-lain.

Tak hanya itu, Jakarta Fair kali ini akan menampilkan berbagai musisi ternama Indonesia seperti The Rain, Pamungkas, Fourtwnty, Endah N Rhesa, Fiersa Besari, Godbless, Ardhito Pramono, hingga Slank.

Jam Operasional

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 2 data

Hari
Jam Operasional
Senin-Jumat
15.30-22.00
Sabtu-Minggu
10.00-22.00

Jadwal Konser Musik

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 62 data

Hari/Tanggal
Jam
Artis
Kamis, 9 Juni 2022
21.00
The Rain
Jumat, 10 Juni 2022
20.00
Denny Frust
21.00
Tipe X
Sabtu, 11 Juni 2022
20.00
Kasino Brothers
21.00
NDX A.K.A
Minggu, 12 Juni 2022
20.00
Semenjana
21.00
Fourtwnty
Senin, 13 Juni 2022
20.00
OKAAY
21.00
Gangga
Selasa, 14 Juni 2022
20.00
Solidaritas Oren

1 - 10 dari 62 baris

Untuk harga tiket dibanderol mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 100.000. Tiket dibagi menjadi dua kategori, yakni tanpa konser dan dengan konser. Tiket dapat dibeli di sini.

Harga Tiket Tanpa Konser

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 7 data

Hari
Harga Tiket
Senin
Rp30.000
Selasa
Rp40.000
Rabu
Rp40.000
Kamis
Rp40.000
Jumat
Rp50.000
Sabtu
Rp50.000
Minggu
Rp50.000

Harga Tiket dengan Konser

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 7 data

Hari
Harga Tiket
Senin
Rp60.000
Selasa
Rp70.000
Rabu
Rp70.000
Kamis
Rp70.000
Jumat
Rp100.000
Sabtu
Rp100.000
Minggu
Rp100.000

Tahukah kamu bahwa Jakarta Fair merupakan acara pameran tahunan terbesar di Asia Tenggara. Bagaimana sejarahnya?

Sejarah Jakarta Fair

Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo dalam acara pembukaan Pekan Raya Jakarta 1981. Foto: Arsip BPAD

Dikutip dari laman Suku Dinas Perpustakaan dan Kesipilan (Sudin Pusip) Kota Administrasi Jakarta Utara, Jakarta Fair pertama kali digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas) 53 tahun lalu, yakni pada 5 Juni hingga 20 Juli 1968.

Jakarta Fair pertama itu disebut DF yang merupakan singkatan dari Djarkarta Fair. Kala itu, Jakarta Fair secara resmi dibuka oleh Presiden Soeharto dengan melepas sejumlah burung merpati pos.

Konsep serta ide dari Jakarta Fair pertama kali digagas oleh seorang yang bernama Syamsudin Mangan atau yang lebih dikenal dengan Haji Mangan, yang kala itu menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Ali Sadikin Foto: Wikimedia Commons

Saat itu, dirinya mengajukan ide untuk membuat suatu ajang pameran besar dengan tujuan meningkatkan pemasaran produksi dalam negeri yang mulai bangkit pascaperistiwa G30S/1965. Ide tersebut ia usulkan kepada Gubernur DKI Jakarta yang dijabat oleh Ali Sadikin pada 1967.

Gagasan tersebut lantas disambut baik oleh Pemerintah DKI. Karena kebetulan, saat itu Pemerintah juga ingin membuat suatu pameran besar yang terpusat dan berlangsung dalam waktu yang lama, sebagai wujud upaya untuk menyatukan berbagai Pasar Malam yang kala itu masih tersebar di sejumlah wilayah di Jakarta.

Pemerintah DKI bahkan mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) agar mengesahkan Jakarta Fair. Yakni Perda No. 8 Tahun 1968, yang antara lain menetapkan Jakarta Fair menjadi agenda tetap tahunan dan diselenggarakan menjelang HUT Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo dalam acara pembukaan Pekan Raya Jakarta 1982. Foto: Arsip BPAD

Sebuah yayasan juga turut dibentuk sebagai badan pengelola Jakarta Fair, yakni Yayasan Penyelenggara Pameran dan Pekan Raya Jakarta. Berdasarkan Perda No. 8 Tahun 1968 tersebut, tugas Yayasan itu yakni memastikan penyelenggaraan Jakarta Fair serta sebagai penyelenggara Arena Promosi dan Hiburan Jakarta (APHJ).

Maka, DF 68 atau Jakarta Fair 1968 pun berlangsung mulus dan dikatakan sukses. Terhitung, pengunjung yang datang ke perhelatan besar itu kurang lebih sebanyak 1,4 juta orang.

Richard Nixon. Foto: AFP/MICHAEL EVSTAFIEV

Tahun berikutnya, Jakarta Fair memecahkan rekor dengan penyelenggaraan terlama, yakni selama 71 hari. Pada tahun-tahun selanjutnya, Jakarta Fair digelar lebih singkat, yaitu selama 30-35 hari.

Kala itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Richard Nixon yang tengah datang ke Indonesia juga menyempatkan diri hadir ke Jakarta Fair 1969. Nixon bahkan sempat berhenti di sebuah stan dekat Syamsuddin Mangan Plaza. Ia juga melambai-lambaikan tangan menyapa ke pengunjung serta karyawan Jakarta Fair 1969.

Sebelumnya, Jakarta Fair selalu dihelat di kawasan Monas. Namun sejak 1992, perhelatan dipindah ke kawasan Kemayoran Jakarta Pusat, yang menempati area seluas 44 hektar.

Pengunjung dan Total Transaksi Jakarta Fair

Djarot Saiful Hidayat di PRJ Kemayoran Foto: Johanes Hutabarat/kumparan

Pada penyelenggaraan Jakarta Fair kali ini, Ralph mengatakan pihaknya menargetkan dapat menarik hingga lebih dari enam juta pengunjung. Ia memperkirakan kurang lebih sekitar 50 ribu pengunjung pada hari kerja dan di atas 100 ribu orang pada akhir pekan.

Ralph menambahkan, transaksi selama penyelenggaraan berlangsung ditargetkan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu saja kita punya transaksi melewati Rp 7,5 triliun. Bagaiman dengan target tahun ini, kalau melihat antusias masyarakat yang datang di acara seperti Big Bang, IIMS, spending-nya cukup besar, saya rasa kita akan mencapai kurang lebih sama dengan 2019,” ujar Ralph.

Sebagai gambaran, berikut kumparan paparkan data pengunjung dan total transaksi di Jakarta Fair dalam 10 tahun terakhir dari berbagai sumber.

embed from external kumparan

“Ajang ini juga dapat kembali dimanfaatkan pelaku usaha untuk turut andil menjadikan momentum bangkitnya perekonomian nasional,” ujar Direktur Jakarta International Expo (JIExpo) Karuna Murdaya dalam kesempatan yang sama.

Ia menambahkan, Jakarta Fair kali ini diikuti oleh 2.500 perusahaan peserta dalam 1.500 stan. Menurut Karuna, Jakarta Fair menjadi salah satu tolok ukur perkembangan industri meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE). Pihaknya berharap acara tersebut mendorong roda perekonomian Indonesia.

embed from external kumparan

Ralph Scheunemann juga meyakini, antusias masyarakat juga cukup tinggi untuk mengunjungi Jakarta Fair yang telah ‘puasa’ selama dua tahun ini. Ditambah lagi, berdasarkan data dari Bank Indonesia, pertumbuhan DKI Jakarta juga tumbuh sebesar 4,63 persen pada triwulan I 2022. Bisa dikatakan, potensi konsumsi masyarakat di Jakarta Fair kali ini berpotensi lebih tinggi.