Serba-serbi Kunker Prabowo ke Jepang
ยทwaktu baca 3 menit

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan rangkaian kegiatan Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang. Sugiono menyebut, Prabowo sempat bertemu dengan Kaisar Jepang namun tanpa pembahasan politik.
"Seperti kita ketahui bersama bahwa posisi kaisar sebagai simbol kenegaraan Jepang tidak membicarakan hal-hal yang sifatnya politis tapi lebih kepada hubungan bilateral, hubungan people to people," kata Sugiono dalam konferensi pers di Jepang, Senin (30/3).
Ia menegaskan bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut berfokus pada hubungan bilateral dan kepentingan bersama kedua negara.
"Kita ketahui bersama bahwa Jepang merupakan mitra yang sangat strategis bagi Indonesia. Salah satu dari lima investor terbesar di Indonesia dan dalam sejarahnya juga merupakan partner yang sangat penting bagi Indonesia. Pembicaraan di antara keduanya juga meliputi hal-hal yang sifat common interest," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kaisar juga menyampaikan perhatian terhadap warga negara Indonesia di Jepang.
"Tadi juga disampaikan beberapa hal, beliau kaisar menyampaikan harapannya semoga warga negara Indonesia yang ada di Jepang ini bisa mereka treat dengan baik. Kemudian jika ada sesuatu yang sifatnya perlu menjadi concern pihak mereka, meminta kita untuk menyampaikannya sehingga tercapai suatu kerja sama yang benar-benar erat antara masyarakat kedua negara," ucap dia.
Selain itu, Presiden Prabowo juga diperkenalkan dengan Putra Mahkota Jepang dalam suasana yang disebut berlangsung akrab.
Pidato Prabowo di Jepang: Rakyat Menuntut Pemerintahan yang Bersih dan Efisien
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya membangun pemerintahan yang bersih dan efisien dalam pidato kunci di Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (30/3).
Forum ini diikuti oleh para pemimpin dunia usaha kedua negara. Sejumlah kerja sama bisnis diteken.
Menurut Prabowo, tuntutan terhadap tata kelola pemerintahan yang baik datang langsung dari masyarakat.
"Rakyat kita menuntut tata pemerintahan yang baik, tata pemerintahan yang bersih, dan tata pemerintahan yang efisien. Dan saya bertekad untuk melanjutkan apa yang telah saya mulai ketika menerima mandat dari rakyat saya," ujar Prabowo dalam bahasa Inggris.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti situasi global yang dinilai semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.
"Saat ini kita hidup dalam lingkungan global yang berbeda, penuh risiko, penuh ketidakpastian. Mempertahankan hubungan ekonomi yang rasional sangatlah penting," katanya.
Prabowo Sebut Indonesia Terbuka Terhadap Dunia: Kami Tidak Memiliki Musuh
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang terbuka terhadap dunia di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kuncinya pada Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (30/3).
"Hari ini, tentu saja, kita hidup dalam lingkungan global yang berbeda, penuh risiko, penuh ketidakpastian. Untuk menjaga hubungan ekonomi yang rasional adalah hal yang sangat penting," kata Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa secara historis dan geografis, Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbuka yang bergantung pada perdagangan dan kemitraan global.
"Indonesia, seperti yang Anda ketahui, kami terbuka terhadap dunia. Geografi kami secara historis berarti bahwa Indonesia adalah ekonomi terbuka. Kami bergantung pada perdagangan, kami bergantung pada kemitraan ekonomi yang erat. Itulah mengapa kebijakan luar negeri kami selalu non-blok," ujarnya.
Prabowo: Indonesia Bertekad Tegakkan Supremasi Hukum dan Reformasi Nyata
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat supremasi hukum dan menjalankan reformasi nasional.
Hal itu disampaikan dalam pidato kunci pada Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (30/3).
"Namun, kami juga ingin para mitra kami mengetahui bahwa Indonesia bertekad untuk melaksanakan reformasi nyata... Kami ingin menegakkan supremasi hukum, dan kami akan menegakkan supremasi hukum," ujar Prabowo.
Prabowo menyebut reformasi tersebut merupakan respons atas tuntutan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan yang lebih baik, bersih, dan efisien.
"Rakyat kami menuntut tata kelola yang baik, tata kelola yang bersih, tata kelola yang efisien," katanya.
