Serba-serbi NasDem Deklarasikan Anies Baswedan Capres 2024
ยทwaktu baca 4 menit

DPP Partai NasDem mendeklarasikan bakal calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2024, Senin (3/10). Deklarasi ini lebih cepat dari semula direncanakan 10 November.
Jelang deklarasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampak mendatangi NasDem Tower. Anies memang capres yang akan diumumkan oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh.
Pantauan kumparan di lokasi, Anies tiba sekitar pukul 09.30 WIB. Dia menggunakan jas berwarna hitam dilengkapi dengan dasi berwarna senada. Kedatangan Anies dikawal oleh beberapa elite NasDem.
Tampak hadir Surya Paloh, Ahmad Sahroni, Taufik Basari, Saan Mustofa, Syahrul Yasin Linpo, Rachmat Gobel, Lestari Moerdijat, Hermawi Taslim, Okky Asokawati.
NasDem Resmi Deklarasikan Anies Baswedan Capres 2024
Partai NasDem akhirnya resmi mengumumkan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden di Pemilu 2024. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Surya Paloh.
"Saya minta Saudara untuk mengawal, mengawal pencalonan Partai NasDem terhadap Saudara Anies Baswedan," ucap Surya Paloh.
Surya Paloh mengatakan, sebelum deklarasi hari ini dia sudah menerima banyak masukan dan berkontemplasi untuk menentukan sosok pemimpin masa depan. NasDem melihat Anies bisa melanjutkan kepemimpinan bangsa.
"Inilah kenapa akhirnya NasDem melihat seorang sosok Anies Rasyid Baswedan. Kami mempunyai keyakinan pikiran-pikiran dalam perspektif baik secara makro atau mikro, sejalan dengan apa yang kami yakini," kata Paloh.
"Kami ingin titipkan perjalanan bangsa ini ke depan insyallah jika Saudara Anies Rasyid Baswedan terpilih jadi presiden nanti nanti, pimpinlah bangsa ini menjadi bangsa yang lebih bermartabat," tegasnya.
Anies: Bismillah, Saya Terima dan Siap Jawab Tantangan
Anies menyatakan kesiapannya maju sebagai capres.
"Dengan memohon Rida Allah SWT, dengan segala kerendahan hati, bismillahirrahmanirrahim, kami (saya -red) terima dan siap menjawab tantangan itu disertai dengan rasa terima kasih yang mendalam, disertai dengan rasa rendah hati," ucap Anies.
Anies mengatakan saat ini dia masih bertugas sebagai Gubernur DKI hingga 16 Oktober 2022 atau sekitar 2 minggu lagi. Dia meminta izin untuk menuntaskan masa jabatan itu di DKI.
Anies lalu memohon doa agar dia bisa menerima tanggung jawab dengan baik sebagai bakal capres, sampai nanti didaftarkan sebagai capres bersama parpol lain.
"Dengan segala kerendahan hati, saya memohon doa dari semua, dengan berharap rida petunjuk inayah dari-Nya, insyaallah perjalanan panjang ini enggak jadi perjalanan yang berat, tapi jadi ringan karena di tangan Allah segala kebajikan dan ia yang memiliki kuasa atas segalanya," ucap Anies.
"Saya siap jalankan tugas ini," tegas Anies.
Alasan Surya Paloh Usung Anies Jadi Capres
Akhirnya NasDem resmi mengusung Anies Baswedan menjadi Capres 2024. Surya Paloh membeberkan alasannya.
"Yang ingin dicari NasDem yang terbaik daripada yang baik-baik. Inilah kenapa akhirnya NasDem memilih sosok Anies Rasyid Baswedan," kata Surya Paloh.
Surya Paloh menjelaskan, NasDem memiliki keyakinan dan perspektif secara makro maupun mikro pada sosok Anies Baswedan.
"Kami ingin menitipkan perjalanan bangsa ini ke depan insyaAllah jika saudara Anies Rasyid Baswedan terpilih jadi presiden. Pimpinlah bangsa ini jadi bangsa yang bermartabat, bangsa yang mampu membentuk karakter daripada bangsa ini sejatinya," urai dia.
Paloh melanjutkan, tidak hanya bisa membangun perjalanan kehidupan bangsa dengan melihat aspek pembangunan fisik semata., tapi yang dibutuhkan adalah nation and character.
Deklarasi Anies Capres NasDem Hari Ini terkait Isu KPK?
Deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024 oleh NasDem hari ini, menuai spekulasi terkait isu penjegalan Anies di Pilpres melalui instrumen hukum.
Sebab, NasDem sedianya mendeklarasikan capres pada 10 November. Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengatakan percepatan deklarasi tidak terkait isu penjegalan Anies lewat kasus hukum oleh KPK.
"Terkait KPK, mana kita tahu. Saya sungguh-sungguh enggak melihat hubungan NasDem, pencalonan Anies, dan KPK. Semua berjalan masing-masing. Itu sudah jelas itu," ucap Surya Paloh.
Meski begitu, Paloh tak menampik ada bermacam persepsi terkait kans Anies maju di Pilpres 2024, yang salah satunya ramai penjegalan lewat kasus hukum.
"Jadi ini hari kita mendeklarasikan capres resmi Partai NasDem. terjadi bermacam-macam persepsi ya kan. Itulah hidup dan terimalah kehidupan itu seperti itu," tuturnya.
NasDem Serahkan Sosok Cawapres ke Anies Baswedan
Surya Paloh, menyerahkan keputusan cawapres yang akan mendampingi kepada Anies.
"Soal cawapres, kalau NasDem, ya, sudah kasih otoritas sama Bung Anies," kata Paloh.
Paloh mengatakan, NasDem tidak bisa memaksakan sosok cawapres kepada Anies. Ia menilai harus Anies sendiri yang mencari sosok cawapres yang cocok dan sejalan dengan dia.
"Bagaimana kita tiba-tiba pilih cawapres yang enggak cocok sama dia? Itu namanya cari penyakit," ucap dia.
Menurut Paloh, yang dibutuhkan dalam kepemimpinan ke depan adalah kabinet yang kuat, solid, dan harmonis. Sehingga untuk mencapai itu, Anies harus memilih sendiri sosok cawapresnya.
"Ketika yakin pilih capres, kita juga harus yakin berikan kesempatan ke dia untuk pilih cawapres. Jadi sudah terjawab itu," tuturnya.
Paloh kemudian menjelaskan mengapa mendeklarasikan capres lebih cepat dari rencana semula pada 10 November 2022. Ia menilai, 3 Oktober 2022 merupakan hari yang baik.
