Serba-serbi Pertemuan Prabowo dan El-Sisi

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10) kemarin. Sejumlah kesepakatan terjalin dalam pertemuan tersebut.
Kunjungan diawali dengan upacara penyambutan kenegaraan sebelum kedua pemimpin menggelar pertemuan bilateral.
Rombongan El-Sisi tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 10.36 WIB. Sebelum memasuki kompleks Istana, iring-iringan kendaraan El-Sisi melintasi kawasan Silang Monas dengan pengawalan 17 motor pengawal dan sejumlah pasukan berkuda.
Setibanya di Istana, El-Sisi disambut langsung oleh Prabowo. Keduanya berjabat tangan hangat.
Penyambutan juga dimeriahkan penampilan tari tradisional khas Batak. Sejumlah siswa turut berbaris di kawasan Istana untuk menyambut kedatangan El-Sisi.
Prabowo dan El-Sisi kemudian berjalan menuju pelataran Istana Merdeka. Lagu kebangsaan Indonesia dan Mesir diperdengarkan, disertai 21 dentuman meriam sebagai penghormatan kenegaraan.
Delegasi
Delegasi Indonesia yang hadir, yakni Menko PMK Sugiono, Menko Hilirisasi Bahlil Lahadalia, Menlu Arrmanatha Nasir, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.
Kemudian ada Mentan Andi Amran Sulaiman, Menag Nasaruddin Umar, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya, hingga Dubes RI untuk Republik Arab Mesir Kuncoro Giri Waseso.
Sementara delegasi Mesir, yakni Kepala Kantor Kepresidenan Ahmed Mohamed Aly Mohamed Sayed Ahmed, Menlu Badr Ahmed Mohamed Abdelatty, Menteri Transportasi Abdel Hady Farag El Wazir.
Kemudian ada Menteri Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Mohamed Farid Mohamed Saleh, Menteri Perindustrian Khaled Hashem Ali Maher, hingga Dubes Republik Arab Mesir untuk RI Yasser El-Shemy.
Kerja Sama Pertahanan-Pendidikan
Pertemuan kedua kepala negara ini menghasilkan sejumlah kerja sama.
"Dalam pertemuan hari ini, Presiden El-Sisi dan saya membahas berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama, serta langkah-langkah konkret untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Mesir," kata Prabowo.
Di bidang politik, Prabowo menjelaskan, RI dan Mesir sepakat untuk meningkatkan intensitas konsultasi tingkat tinggi guna memperkuat koordinasi. Selain itu, kesepakatan juga terjalin dalam bidang ekonomi hingga investasi.
"Bidang ekonomi, terutama bidang perdagangan, investasi, dan untuk itu kami telah mendorong pembentukan Economic Partnership Agreement antara Indonesia dan Mesir untuk bisa membuka peluang yang lebih luas bagi akses pasar, investasi, dan keterlibatan dunia usaha kedua negara," ujar Prabowo.
"Saya juga menyambut baik inisiatif pembentukan Joint Investment Fund oleh lembaga investasi kedua negara kita untuk mendorong investasi pada proyek-proyek strategis," lanjutnya.
Selain itu, Prabowo menambahkan, kesepakatan juga terjalin di bidang kelautan dan perikanan. Indonesia dan Mesir sepakat memperkuat kerja sama dalam konservasi sumber daya laut hingga pemberantasan ilegal fishing.
Kemudian, kerja sama juga terjalin di bidang pertahanan. Kedua negara sepakat untuk memperkuat industri pertahanan hingga peningkatan kapasitas prajurit.
"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan Mesir dalam membantu dan memberi fasilitas kebutuhan kapal-kapal TNI Angkatan Laut kita yang bertugas menjalankan misi pemeliharaan perdamaian PBB di kawasan Timur Tengah," ungkap dia.
Prabowo menyebut, kerja sama di bidang pendidikan antara Indonesia dengan Mesir juga terus diperkuat. Apalagi, banyak pelajar Indonesia yang menimba ilmu di Mesir.
Nantinya, menurut Prabowo, kerja sama akan diperluas melalui pertukaran mahasiswa hingga penjajakan peluang kerja sama di bidang lain.
Tegaskan Dukung Palestina via Two State Solution
Prabowo dan El-Sisi turut membahas isu global. Salah satunya terkait konflik Israel dan Palestina.
Menurut Prabowo, Indonesia dan Mesir prihatin atas apa yang terjadi dalam konflik kedua negara itu.
"Mengenai Palestina, kami berdua sangat prihatin atas kekerasan, pelanggaran hukum internasional, operasi-operasi militer Israel, tindakan-tindakan provokatif dan tindakan-tindakan yang melanggar hak-hak asasi manusia, penggunaan kekerasan yang di luar kepatutan, yang mengakibatkan korban manusia-manusia yang tidak bersalah," kata Prabowo.
"Masyarakat sipil tidak bersenjata, para non-combatants, orang tua, wanita, anak-anak kecil, yang terus menjadi korban tindakan-tindakan di luar batas kemanusiaan. Kami mengecam keras pembangunan permukiman ilegal Israel, serta tindakan-tindakan yang justru semakin memperburuk keadaan," sambung dia.
Karenanya, dia menegaskan, Indonesia tetap berpandangan two state solution akan menjadi jalan keluar guna mencapai perdamaian.
"Menurut pandangan kami, Indonesia apalagi, tetap berpandangan bahwa terwujudnya negara Palestina berdasarkan solusi dua negara adalah satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut. Kami berkomitmen penuh mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri dan hidup dalam perdamaian," ujarnya.
Prabowo menyebut, Indonesia dan Mesir akan terus mendorong proses perdamaian. Pemberian bantuan kemanusiaan bagi Palestina juga terus dilakukan, termasuk mendorong pemulihan dan rekonstruksi Gaza.
Dukung Mesir Pertahankan Hak Atas Air Sungai Nil
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyatakan dukungannya kepada Mesir untuk mempertahankan hak atas air Sungai Nil. Prabowo mengaku prihatin apabila ada pihak yang mencoba melanggar hukum internasional.
"Saya juga ingin tegaskan di sini, khusus tentang hak air. Khusus tentang Sungai Nil, kami sangat prihatin apabila ada pemikiran-pemikiran untuk melanggar hukum internasional, untuk mengurangi hak bangsa untuk mendapat kepastian sumber air," kata Prabowo.
Ia berharap, semua pihak bisa mengedepankan kepentingan bersama di kawasan tersebut.
"Kami dalam hal ini berharap semua pihak untuk meningkatkan kepentingan bersama untuk kawasan tersebut, dan kami akan mendukung upaya-upaya Mesir untuk mengamankan hak-hak airnya," ucap dia.
Konflik hak atas air Sungai Nil melibatkan Mesir, Sudan, dan Ethiopia. Bagi Mesir, Sungai Nil merupakan sumber utama air bersih dan irigasi pertanian. Sementara, Ethiopia ingin memanfaatkan aliran sungai untuk menghasilkan listrik dan mendukung pembangunan nasional.
Ketegangan meningkat setelah Ethiopia membangun bendungan (Grand Ethiopian Renaissance Dam/GERD) di Sungai Nil Biru. Mesir khawatir pengisian dan pengoperasian bendungan akan mengurangi pasokan air ke wilayahnya, terutama saat kekeringan. Mesir dan Sudan pun mendorong adanya kesepakatan yang mengikat mengenai pengelolaan bendungan.
Perselisihan juga berkaitan dengan perbedaan pandangan mengenai hak negara-negara di sepanjang aliran Sungai Nil.
