Serba-serbi Pidato Prabowo di Harlah NU: Singgung Pemimpin Rukun-Kampung Haji

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka hari lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka hari lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Beragam hal disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di acara puncak Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama (NU), di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (8/2). Mulai dari peran NU bagi masyarakat hingga progres Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi.

Di hadapan para warga Nahdliyin yang hadir, Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

"Saya hadir di sini, saya ingin menyampaikan intinya adalah, terima kasih Nahdlatul Ulama. Terima kasih para kiai, ulama, terima kasih seluruh nahdliyin semuanya. Keluarga besar Nahdlatul Ulama, terima kasih peran NU jaga kedamaian dan stabilitas Indonesia," kata Prabowo.

Berikut serba-serbi pidato Prabowo:

NU Pilar Kebesaran Bangsa

Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyapa warga Nahdlatul Ulama saat menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka hari lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Dalam pidatonya, Prabowo memuji NU. Sebab dalam setiap perjalanan sejarah, NU selalu tampil jadi penyelamat. NU juga salah satu penopang pilar kebesaran bangsa.

Prabowo menegaskan bahwa NU telah membuktikan diri sebagai organisasi yang menjadi pilar kebesaran bangsa Indonesia.

"100 tahun kiprah pengabdian NU telah membuktikan bahwa NU adalah pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan maksudnya, ia berkaca pada sejarah, saat itu Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia memang diadakan di Jakarta. Tapi, ujian kemerdekaan justru berada di Jawa Timur.

"Dan dalam pertempuran kita bangsa Indonesia telah berhasil mempertahankan kemerdekaan kita melawan negara-negara besar di dunia," kata dia.

"Kita telah berhasil menghadapi Inggris pemenang Perang Dunia II, rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya, dipimpin kiai dan ulama, kita telah buktikan bangsa indonesia adalah bangsa yang tak mau tunduk lagi kepada siapa pun bangsa yang mau menjajah kita," sambungnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan bahwa NU selalu memberikan contoh untuk menjaga persatuan bangsa.

Jaga Semua Umat Tanpa Pandang Bulu

Presiden Prabowo Subianto (tengah) memberikan sambutan saat menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka hari lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Prabowo terkesan dengan sikap NU selama mereka berkiprah di Indonesia, yakni komitmen untuk menjaga semua umat tanpa pandang bulu.

"NU selalu menjaga kedamaian bangsa Indonesia. Dan akan selalu menjaga semua umat semua agama tanpa pandang bulu, saudara-saudara kita mungkin beda, tapi kita selalu harus menjaga kerukunan," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, hal ini tak bisa dilepaskan dari para guru dan kiai NU dari dulu. Termasuk Gus Dur, yang terus menunjukkan komitmennya pada toleransi.

Sehingga mereka juga mendapat balasan yang setimpal dari umat beragama lain.

"Saya terharu mendengar ketua panitia menyampaikan betapa gereja-gereja turut membantu menyukseskan acara ini. Ajaran tokoh-tokoh NU dari dulu, termasuk Gus Dur selalu mengajarkan kepada kita," kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, eks Danjen Kopassus ini memberi penekanan tentang upaya NU terus menjaga toleransi di Indonesia.

"Terima kasih Nahdlatul Ulama, yang selalu setia menjaga martabat dan kebesaran bangsa Indonesia," kata Prabowo.

"Semoga NU semakin besar kiprahnya dalam mencerdaskan mensejahterakan menyatukan dan menjaga kedamaian dalam kehidupan bangsa Indonesia. Nahdlatul Ulama semoga terus menjadi contoh menjaga toleransi semua umat beragama," sambungnya.

Dalam acara tersebut hadir lebih dari 100 ribu nahdliyin.

Tak Ada Bangsa yang Kuat Kalau Pemimpin Tidak Rukun

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka hari lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka hari lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan peran NU yang selalu memberikan contoh persatuan dan toleransi. Ia menegaskan, bangsa yang kuat hanya bisa terjadi bila pemimpinnya rukun.

"NU selalu memberi contoh, selalu berusaha untuk menjaga persatuan dan memang itulah pelajaran sejarah tidak ada bangsa yang kuat dan bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, pemimpin harus selalu mengabdikan diri untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Ia menyebut pemimpin tidak boleh punya dendam.

"Tidak boleh pemimpin punya dendam tidak boleh pemimpin punya rasa benci tidak boleh pemimpin punya rasa dengki tidak boleh pemimpin selalu mencari-cari kesalahan pihak lain," tegasnya.

Karenanya, Prabowo mengajak semua pemimpin Indonesia untuk rukun menjaga persatuan bangsa Indonesia setelah bertanding.

"Oleh karena itu saya selalu mengajak semua unsur selalu mari kita bersatu, boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat, tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia semua pemimpin masyarakat harus rukun harus menjaga persatuan dan kesatuan," ujarnya.

Prabowo menjelaskan, dalam sejarah kehidupan manusia, tidak ada kemakmuran di suatu bangsa apabila pemimpinnya tidak bersatu. Lebih jauh, Prabowo menegaskan tidak ada kemakmuran di suatu bangsa apabila para pemimpin saling ribut dan terpecah belah.

"Berbeda tidak masalah sesudah berbeda cari persatuan cari kesamaan, musyawarah untuk mufakat, itu kepribadian bangsa Indonesia," ucapnya.

Kampung Haji

Surat yang ditunjukkan CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan perkembangan Kampung Haji di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (17/12/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Di kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung soal kampung haji di Indonesia di Makkah akan mempunyai 1.000 kamar dalam beberapa bulan ke depan.

"Insya Allah dalam 3 tahun kita sudah punya kampung haji yang bagus, baru nanti beberapa bulan lagi kita sudah punya 1.000 kamar, tapi terus akan kita bangun," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan, baru Indonesia lah yang mengantongi izin dari Kerajaan Saudi untuk memiliki lahan di Makkah. Lahan inilah yang jadi Kampung Haji.

"Ini adalah pertama kali dalam sejarah, bahwa pemerintah kerajaan Saudi mengizinkan bangsa lain memiliki tanah di kota suci Makkah. Saudara-saudara sekalian mereka mengubah undang-undang mereka untuk memberi penghormatan ke bangsa Indonesia," ujarnya.

Karena Indonesia, Prabowo menjelaskan akhirnya banyak negara lain menyusul ingin membuat perkampungan haji di Makkah.

"Akibat kita, banyak negara lain menyusul, Insya Allah kampung haji adalah yang pertama kita dirikan," pungkasnya.