Serba-serbi Prabowo Lantik 26 Wantimpres: Ada Rocky Gerung hingga Anwar Usman

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sumpah jabatan saat pengangkatan Dewan Pertimbangan Presiden RI oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Sumpah jabatan saat pengangkatan Dewan Pertimbangan Presiden RI oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto melantik jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10).

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dipercaya menjadi Ketua Wantimpres. Sedangkan Qodari sebagai Sekretaris.

Selain Pratikno, Prabowo melantik 25 orang lainnya sebagai anggota Wantimpres. Mereka adalah Hatta Rajasa, Chairul Tanjung, Budi Gunawan, Jusuf Hamka, Djamari Chaniago, Jusuf Wanandi, Said Aqil hingga Salim Segaf Aljufri.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor nomor 107P tahun 2026 tentang Pengangakatan Keanggotan Dewan Pertimbangan Presiden RI.

Prabowo kemudian memimpin pengucapan sumpah jabatan yang diikuti Pratikno dan 25 anggota Wantimpres lainnya.

"Bahwa saya akan setia kepada Negara Republik Indonesia dan Undang-undang Dasar Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Prabowo yang diikuti para pejabat yang dilantik.

Sejumlah anggota Dewan Pertimbangan Presiden mengikuti pelantikan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/1/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Adapun susunan Dewan Pertimbangan yang dilantik Prabowo yakni:

1. Prof. Pratikno (Ketua)

2. Hatta Rajasa (Wakil Ketua)

3. ⁠Muhammad Qodari (Sekretaris)

4. ⁠Shinta Nuriyah Wahid

5. ⁠Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab

6. ⁠Jenderal TNI Purn Agum Gumelar

7. ⁠Chairul Tanjung

8. ⁠⁠K.H. Said Aqil Siradj

9. ⁠K.H. Anwar Iskandar

10. ⁠K.H. Yahya Cholil Staquf

11. ⁠⁠Yusuf Wanandi

12. ⁠Budi Gunawan

13. ⁠Bambang Soesatyo

14. ⁠⁠Salim Segaf Aljufri

15. ⁠Soekarwo

16. ⁠Dato Sri Tahir

17. ⁠Rocky Gerung

18. ⁠⁠⁠Letjen TNI Purn Ida Bagus Purwalaksana

19. ⁠Philip Kuncoro Wijaya

20. ⁠⁠Budi Tanuwibowo

21. Anwar Usman

22. ⁠Muhammad Hatta

23. ⁠Jusuf Hamka

24. ⁠Margarito Kamis

25. ⁠Zaki Manuputty

26. ⁠Ignasius Jonan

Ada 3 Konglomerat

Pengusaha nasional Jusuf Hamka dilantik sebagai anggota Wantimpres, 2/1/2026. Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Sejumlah pengusaha masuk dalam jajaran Wantimpres, di antaranya Jusuf Hamka, Dato' Sri Tahir, dan Chairul Tanjung.

Chairul Tanjung di kompleks Istana, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
Dato Sri Tahir saat pengangkatan Dewan Pertimbangan Presiden RI dan Kepala Bakom RI oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Ketiganya memiliki latar belakang bisnis yang berbeda. Jusuf Hamka dikenal sebagai pengusaha di sektor jalan tol, Tahir merupakan pendiri Mayapada Group yang bergerak di sejumlah sektor, sedangkan Chairul Tanjung membangun CT Corp yang menaungi bisnis keuangan, media, ritel, hingga hiburan.

Empat Ulama Jadi Anggota

Quraish Shihab saat pengangkatan Dewan Pertimbangan Presiden RI oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Terdapat pula empat tokoh yang memiliki latar belakang kuat di dunia ulama dan organisasi kemasyarakatan Islam, yakni Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, K.H. Anwar Iskandar, K.H. Said Aqil Siradj, dan K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Ketum MUI Anwar Iskandar tiba di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
Said Aqiel Siradj di kompleks Istana, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya di kompleks Istana, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Keempatnya memiliki kiprah panjang di bidang pendidikan Islam, pesantren, organisasi keagamaan hingga pemerintahan.

Akan Beri Masukan ke Presiden, Sifatnya Rahasia

Mantan Menteri Perhubungan Indonesia, Hatta Rajasa tiba di kompleks Istana pada Jumat (2/10). Foto: Dok. YouTube Setpres

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Hatta Rajasa mengatakan lembaganya akan memberikan saran, masukan, dan pertimbangan kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun, masukan yang disampaikan kepada Presiden bersifat rahasia dan tidak dapat diungkapkan kepada publik.

“Namun, kawan-kawan jangan pernah bertanya nasihat apa yang diberikan kepada Presiden. Karena berdasarkan undang-undang kami dilarang untuk menyampaikan itu. Jadi kami tentu akan silence, apa pun yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden,” kata Hatta kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Hatta menjelaskan, Wantimpres kini berstatus sebagai lembaga negara setelah adanya perubahan undang-undang. Meski demikian, lembaga tersebut tetap berada di bawah Presiden.

Menurutnya, tugas Wantimpres adalah membantu menyukseskan pemerintahan Prabowo dengan memberikan masukan berkualitas dari berbagai aspek berdasarkan pengetahuan dan pengalaman para anggotanya.

“Kami bersyukur, kami berusaha keras untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara dan memberikan masukan-masukan terbaik, saran-saran terbaik, dan tentu juga sebagaimana disampaikan undang-undang, nasihat terbaik kepada Bapak Presiden,” ujarnya.

Rocky Gerung: Apa Alasan Gue Nolak?

Akademisi Rocky Gerung mengikuti pelantikan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/1/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Usai dilantik, Rocky menjelaskan alasan dirinya bersedia masuk ke dalam Wantimpres. Menurut dia, tidak ada alasan untuk menolak ketika mendapat tawaran tersebut.

“Alasan gua menolak apa?” kata Rocky saat ditanya wartawan usai pelantikan di Istana Negara Jakarta.

Rocky mengatakan, posisi Wantimpres yang ditawarkan kepadanya berbeda dengan jabatan teknis di pemerintahan. Dia menyebut Prabowo memberi pesan bahwa Wantimpres memiliki posisi yang bersifat etis.

“Pesan khusus diberikan oleh Pak Presiden bahwa dewan pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis. Apa itu kedudukan etis? Kemampuan untuk melihat ekses-ekses dari kebijakan dan memberi pertimbangan tentang arah dari kebijakan itu supaya sesuai dengan visi presiden. Itu fungsi normatif dari dewan,” jelas Rocky.

Selain itu, Rocky menyebut Wantimpres juga memiliki fungsi untuk memantau situasi politik dan kebudayaan yang nantinya akan dibahas dalam keanggotaan Wantimpres. Namun, dia menilai anggota Wantimpres perlu menjaga jarak dari peristiwa konkret sehari-hari terkait itu.

Bamsoet Otomatis Mundur dari DPR

Bamsoet saat dijumpai di kediaman Prabowo Subianto, Kertanegara 4, Jaksel, Rabu (10/4/2024) Foto: Thomas Bosco/kumparan

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan Bambang Soesatyo atau Bamsoet harus mengundurkan diri dari keanggotaan DPR RI setelah dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Bahlil mengatakan pengunduran diri tersebut akan diikuti dengan proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR.

“Iya, memang kalau dari anggota DPR yang menjadi pejabat negara dalam konteks eksekutif, otomatis akan dilakukan pengunduran diri untuk dilakukan PAW pada nomor berikutnya,” kata Bahlil saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Bamsoet sebelumnya merupakan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar. Pada Jumat (2/10), Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai anggota Wantimpres di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dengan pelantikan tersebut, posisi Bamsoet sebagai anggota DPR akan diisi melalui mekanisme PAW sesuai ketentuan yang berlaku.

Budi Gunawan: Kawal dan Perkuat Program Prioritas Presiden

Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Menko Polkam Budi Gunawan (tengah) dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kanan) setibanya di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/4/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Budi mengatakan dirinya mendapat sejumlah penugasan yang akan didalami bersama anggota Wantimpres lainnya. Salah satu fokusnya yakni mengawal dan memperkuat program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Ada beberapa penugasan yang tentu nanti harus kami dalami, petakan, dan terutama di program-program prioritas Bapak Presiden yang harus kita kawal dan kita perkuat agar sukses dan lebih dirasakan oleh masyarakat,” kata Budi kepada wartawan usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta.

Budi mengatakan, dirinya dan anggota Wantimpres lain masih akan melakukan konsolidasi untuk menentukan langkah-langkah penugasan ke depan.

Ia pun memohon doa agar semuanya berjalan lancar, terlebih untuk bangsa dan negara.

“Sambil jalan nanti kita masih konsolidasi, untuk menata maupun menentukan langkah-langkah penugasan ke depan. Kira-kira seperti itu,” jelas Budi.

PDIP soal BG Jadi Wantimpres: Selamat Bekerja, Beliau Bukan Anggota Partai

Logo PDIP terlihat saat Presiden ke-5 RI yang juga Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato di Sekolah Partai PDIP, dalam rangka menyambut HUT ke-51 PDI Perjuangan, Rabu (10/1/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo merespons pelantikan Budi Gunawan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

“Selamat bekerja,” kata Ganjar kepada wartawan, Jumat (2/10).

Saat ditanya apakah penunjukan Budi Gunawan, yang juga memiliki kedekatan dengan sejumlah elite, menjadi sinyal PDI Perjuangan akan bergabung ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Ganjar menegaskan sikap partainya hingga saat ini tetap berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang.

“Sampai hari ini sikap yang beberapa kali disampaikan Ketum PDI Perjuangan tetap menjadi partai penyeimbang,” ujarnya.

Sementara itu, politikus PDIP Guntur Romli menegaskan Budi Gunawan bukan merupakan kader partainya. Menurutnya, Budi dipilih menjadi Wantimpres berdasarkan kewenangan Presiden.

“Bapak Budi Gunawan dipilih sebagai Wantimpres atas dasar prerogatif Presiden, kami menghormatinya,” kata Guntur.

Guntur menyebut Budi tidak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP. Ia menilai penunjukan Budi sebagai Wantimpres didasarkan pada kompetensi dan pengalamannya di sejumlah lembaga pemerintahan.

Guntur mengatakan partainya tetap menjalankan peran sebagai kekuatan politik penyeimbang.

“Sedangkan posisi PDI Perjuangan tetap berada di luar pemerintahan, menjadi politik penyeimbang, menjaga mekanisme checks and balances dalam demokrasi kita,” ujarnya.