Serba-serbi Serbuan WN India ke Indonesia

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kesehatan menurunkan jenazah COVID-19 yang akan dikubur di pemakaman di New Delhi, India, Jumat (16/4). Foto: Danish Siddiqui/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kesehatan menurunkan jenazah COVID-19 yang akan dikubur di pemakaman di New Delhi, India, Jumat (16/4). Foto: Danish Siddiqui/REUTERS

India kini menjadi sorotan setelah kasus virus corona di sana meroket hingga 200.000 kasus per hari. Kenaikan kasus yang drastis ini membuat banyak negara berlomba-lomba menutup pintu kedatangan internasional dari India, termasuk Indonesia.

Namun, rupanya Indonesia kedatangan 127 WN India pada Rabu (21/4). Mereka datang melalui Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan pesawat carter. Hal ini dikonfirmasi Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Benget Saragih.

"Seluruh penumpang memiliki PCR yang masih berlaku saat kedatangan dan memiliki KITAS [kartu izin tinggal sementara]," kata Benget.

127 WN India itu datang bersama 5 orang WNI. Saat tiba di Indonesia, mereka memiliki hasil swab PCR yang masih berlaku. Mereka pun tengah menjalani karantina di sebuah hotel dan kondisinya diawasi Kemenkes.

Namun, perkembangan baru mengungkapkan sudah ada dua pesawat charter dengan WN India yang masuk ke Indonesia. Salah satu pesawat charter menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: REUTERS

"Pada 10 April itu dengan GA8270 itu dari New Delhi, penumpangnya 169 orang. WNA dari India 150 orang, WNI 10 orang. Tanggal 21 April itu pesawat jet QZ988XMMA-MAA, itu pesawat charter semua, ya, [yang jet] totalnya 127 WN India dan WNI 5 orang. Datang di Bandara Soetta Terminal 3 internasional," ungkapnya.

Dari WN India yang menumpangi pesawat Garuda GA8270, ada 9 orang yang dinyatakan positif COVID-19. Hasil positif kemudian dikirimkan untuk dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendeteksi adanya varian baru.

Sementara dari pesawat jet QZ988XMMA-MAA, diketahui ada 9 orang yang positif COVID-19. Dengan demikian, totalnya menjadi 18 orang yang positif.

Saat ini, lebih dari 200 WN India itu dikarantina di 23 hotel yang tersebar di Jakarta. WN India yang dinyatakan positif sudah diisolasi di hotel dan RS rujukan penanganan COVID-19.

"Sudah dirujuk di RS dan isolasi di hotel kita siapkan, karena mereka ada yang tanpa gejala. Di hotel, tapi hotel isolasi, ya, bukan karantina," ucap Benget.

Pekerja mengenakan alat pelindung diri (APD) melihat proses kremasi jenazah yang meninggal karena virus corona di sebuah krematorium, Mumbai, India, Kamis (15/4). Foto: Francis Mascarenhas REUTERS

"Ada 9 hotel di Jakarta [yang bisa untuk isolasi COVID-19]. Nah untuk [warga] luar negeri misalnya Hotel Hariston. Kalau yang di RS rujukan, kan, mereka punya asuransi, ya, jadi yang bergejala dirujuk ke RS sesuai asuransi mereka," lanjutnya.

Kebijakan Usai Ratusan WN India Tiba di Indonesia

Garuda Indonesia yang pesawatnya dipakai untuk penerbangan pada 10 April lalu langsung membersihkan dan mendisinfektan pesawat.

"Tentu kita disinfektan dan bersihkan," kata Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

Garuda Indonesia juga menghentikan sementara penerbangan sewaan dari India sehubungan keputusan pemerintah yang melarang WNA dari India masuk Indonesia.

Irfan mengatakan Garuda memang sudah beberapa kali melakukan penerbangan dari India menuju Indonesia. Cuma dia tidak mendetailkan kapan dan membawa berapa banyak penumpang dari India.

"Kita ada beberapa kali. Sementara kita hentikan, yang terakhir kalau enggak salah tanggal 10 April," ujar Irfan.

Pasien terinfeksi virus corona mendapat perawatan di Rumah Sakit Lok Nayak Jai Prakash (LNJP), New Delhi, India. Foto: Danish Siddiqui/REUTERS

Pemerintah pun melarang masuk WNA dari India mulai 25 April 2021. Terkait larangan WNA dari India, Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting menegaskan aturan itu akan ditinjau secara bertahap.

"Aturan ini kan sifatnya sementara, kami tunggu perkembangan eskalasi dan herd immunity di India," kata Jhoni.

"Kami akan koordinasi dengan Kemlu dan Kemkes kapan boleh masuk kembali WN India ke Indonesia," sambung dia.

Selain itu, pihak Imigrasi juga telah menghentikan pemberian visa untuk WNA dari India sejak 22 April lalu. Jika ada WNA dari India yang sudah berada dalam perjalanan ke Indonesia, langkah pencegahan sudah disiapkan.

"Ada yang masih dalam perjalanan, on air, ini akan tetap kita antisipasi, apabila masuk ke Indonesia acuan kita ke prokes yang ditetapkan yang disampaikan bapak Menko Perekonomian dan Menkes," tegas Jhony.

Menkes RI Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Sementara bagi WNI dari India, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan mereka masih bisa masuk Indonesia. Namun mereka yang pernah berkunjung ke India dalam jangka waktu 14 hari terakhir harus melakukan pengetesan corona.

Tes swab PCR wajib dilakukan sebanyak dua kali. Satu tes di antaranya akan dilakukan untuk Whole Genome Sequencing (WGS) guna melacak varian baru.

"WNI tolong mengerti kalau Bapak Ibu pernah mengunjungi wilayah India dalam 14 hari terakhir, harus melakukan karantinanya 14 hari. Harus juga diambil PCR-nya 2 kali, pada saat datang dan saat mau pergi. Juga akan kita (ambil) sampel whole genome sequencing-nya untuk melihat virus yang Bapak Ibu kena itu apa, supaya kita tahu," ujar Budi.