Serunya Pawai Ogoh-ogoh Ramaikan Malam Pengerupukan di Bali

Beberapa warga Bali yang beragama Hindu tampak berkeliling, menghasilkan bunyi nyaring dari kentongan yang mereka pukul secara berirama, Jumat (16/3) malam. Para pemilik rumah yang mereka lewati tampak menyebar nasi tawur, asap dupa, hingga menerangi rumah dan seluruh pekarangannya dengan obor.
Kegiatan tersebut menjadi tanda berlangsungnya ritual Malam Pengerupukan yang merupakan ritual wajib menjelang Hari Raya Nyepi bagi masyarakat Hindu yang jatuh pada Sabtu (17/3).
Tidak hanya itu, hampir setiap desa di kawasan Bali juga menggelar pawai ogoh-ogoh yang merupakan simbol dari Bhuta Kala. Di Denpasar misalnya, pawai ogoh-ogoh tahun ini dilakukan di berbagai titik, tidak lagi terpusat di kawasan Catur Muka seperti tiga tahun lalu.
Sementara, di kawasan Sanur, Denpasar Selatan, pawai ogoh-ogoh rupanya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Para wisatawan tampak berbaur dengan masyarakat Bali sejak sore hari demi menyaksikkan atraksi pawai ogoh-ogoh di malam pengerupukan.

"Saya ingin lihat dari awal sampai selesai. Soalnya ini pertama kali buat saya, tadi sempat lihat waktu masih belum diarak. Besar-besar ya," ujar Mutia, salah seorang wisatawan asal Jakarta, di Sanur, Bali, Jumat (16/3) malam.
Berdasarkan keterangan Kepala Desa Sanur Kaja, Made Sudana, ada tiga desa yang mengikuti pawai ogoh-ogoh di Sanur, yakni Desa Sanur Kaja, Desa Sanur Kauh, dan Kelurahan Sanur. Pawai tersebut dilakukan di dua tempat, di ByPass Sanur dan di Pantai Mertasari.
Pawai ogoh-ogoh di ByPass Sanur diikuti oleh 23 banjar -- wilayah administrasi setara dengan RW --, sedangkan 5 banjar lainnya di Pantai Mertasari. Berdasarkan imbauan yang telah diberikan, ogoh-ogoh tersebut nantinya akan dibakar atau dihancurkan di lingkungan masing-masing.

"Untuk di Sanur Kaja sendiri, sudah kami imbau untuk membakar ogoh-ogoh di Pantai Matahari Terbit. Kemarin sudah ada sosialisasi lewat rapat adat," jelasnya.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Polresta Denpasar, ada 1.113 yang diarak di Denpasar, dan total 6.347 ogoh-ogoh yang di arah di seluruh Bali. Sementara, jumlah personel gabungan yang dikerahkan untuk mengamankan pawai ogoh-ogoh ada 1.038 personel.
"Dalam rakor dipertegas, untuk pengamanan paling lama hingga pukul 02.00 Wita. Kami juga akan menurunkan beberapa personel non Hindu untuk standby pada hari Nyepi. Apalagi, untuk tahun ini bersamaan dengan Hari Raya Saraswati," jelas Kasatlantas Polresta Denpasar.
