Server PDN Down, Kominfo Koordinasi dengan Polri-BSSN Usut Dugaan Pidana

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Usman Kansong, dalam diskusi bersama wartawan di Press Room Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Usman Kansong, dalam diskusi bersama wartawan di Press Room Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan

Hingga hari ini, Minggu (23/6), server Pusat Data Nasional (PDN) di Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) masih lumpuh. Terhitung sudah 80 jam server tersebut mengalami gangguan sejak Kamis (20/6) lalu.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Usman Kansong, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan BSSN dan Polri untuk mendalami dugaan tindak pidana di lumpuhnya server itu.

"[Penyebabnya] Masih ditelusuri BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara). Kalau memang ada tindakan pidana, BSSN akan berkoordinasi dengan Polri. Kominfo berkoordinasi dengan BSSN dan Polri untuk menelusuri penyebab down-nya PDNS 2," kata Usman kepada wartawan, Minggu (23/6).

Usman mengaku, Kominfo masih berupaya melakukan pemulihan. Sementara autogate bandara sudah mulai bisa beroperasi

"Kita terus melakukan pemulihan. Autogate bandara sudah beroperasi sejak tadi malam," ucap dia.

Server PDN yang terpusat di Kemenkominfo mengalami gangguan empat hari terakhir. Galat itu kemudian berdampak pada pelayanan keimigrasian, akhirnya terjadi antrean di seluruh bandara internasional di Indonesia.

Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CiSSReC Pratama Persadha curiga gangguan ini akibat ulah ransomware.

Gangguan tersebut kata Pratama tidak hanya menimpa Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta saja namun mengganggu seluruh kantor Imigrasi di Indonesia. Hal ini mungkin juga mengganggu layanan milik instansi pemerintahan lainnya.

“Jika melihat dari pola gangguan yang terjadi, (maka) ada kemungkinan jika masalah yang terjadi pada PDN disebabkan karena serangan siber dengan metode ransomware, seperti hal nya yang menimpa Bank Syariah Indonesia sebelumnya.” kata Pratama, Jumat (21/6).

“Jika memang masalah yang dihadapi oleh PDN merupakan masalah teknis,(maka) tentu tidak akan memakan waktu selama itu. Masalah suplai listrik bisa segera diatasi dengan menggunakan catuan listrik dari gardu lainya atau menggunakan genset untuk catuan sementara," jelasnya.