Sesalkan Diksi 'Goblok' Prabowo, Pengamat: Paslon & Pendukung Hindari Kata Kasar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Capres nomor urut dua Prabowo Subianto menyampaikan pendapat saat adu gagasan dalam debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
zoom-in-whitePerbesar
Capres nomor urut dua Prabowo Subianto menyampaikan pendapat saat adu gagasan dalam debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Satu bulan menjelang pencoblosan, iklim politik makin hangat. Pertarungan diprediksi semakin sengit.

Pengamat Kebijakan publik, Nur Iswan mengimbau semua paslon dan para pendukungnya menahan diri, dengan menghindari penggunaan kata yang kasar atau kurang tepat.

Harapan dan permintaan itu, kata Nur Iswan, dalam rangka menjaga kondusivitas dan kesehatan berdemokrasi di tanah air.

“Diksi kata yang kasar seperti bodoh, goblok, bacot, dan bangsat hendaknya tidak dipergunakan. Terlebih lagi jangan sampai diucapkan oleh paslon atau tokoh dari semua kubu,” tegasnya saat dimintai pendapatnya mengenai ucapan kata ‘bodoh’ oleh Capres 02 di Riau (09/01/24)

Nur Iswan menyesalkan dan menyayangkan apabila ada paslon, tokoh pendukung atau Timses yang tidak bisa menahan diri dan mengeluarkan kata tidak senonoh.

“Hati tidak boleh panas. Hati tidak boleh didikte oleh kejengkelan dan kemarahan yang berkepanjangan. Pikiran tetap harus jernih. Pemimpin kan harus bisa mengelola emosi dan perasaan.” Kata alumni School of Public Policy and Administration, Carleton University ini.

Lebih lanjut Nur Iswan menyampaikan, semua paslon harus fokus merebut hati pemilih dengan cara menyampaikan rekam jejak, narasi atau gagasannya.

“Semua paslon kan pasti punya gagasan. Jangan malah menyerang dengan diksi kata yang kasar. Itu malah bisa menghilangkan respek dan simpati pemilih, bukan?” imbuhnya.

Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyapa relawan saat hadir di acara konsolidasi relawan Prabowo-Gibran se-Provinsi Riau di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Pekanbaru, Riau, Selasa (9/1/2024). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Pernyataan yang dianggap kurang tepat itu, disampaikan Capres 02 Prabowo Subianto pada acara Konsolidasi Relawan Prabowo-Gibran di GOR Remaja, Riau (09/01/24).

“Semua kan putra bangsa. Kompetisi politik memang kadang-kadang keras. Tapi pemimpin harus dingin, dewasa dan matang serta menjaga kesantunan dalam komunikasi publiknya,” tandasnya.

(PNS)