Seskab Teddy: 65 Ton Logistik Tambahan Diterbangkan untuk Korban Gempa NTT

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemerintah kembali mengirim bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 65 ton logistik diberangkatkan dengan lima pesawat hari ini Rabu (19/8) pukul 04.00 WIB. Foto: Dok Sekretariat Kabinet
zoom-in-whitePerbesar
Pemerintah kembali mengirim bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 65 ton logistik diberangkatkan dengan lima pesawat hari ini Rabu (19/8) pukul 04.00 WIB. Foto: Dok Sekretariat Kabinet

Pemerintah kembali mengirim bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 65 ton logistik diberangkatkan dengan lima pesawat hari ini Rabu (19/8) pukul 04.00 WIB.

Sejak hari pertama penanganan bencana, total 253 ton logistik telah tiba di NTT untuk membantu masyarakat yang terdampak.

"Atas instruksi Bapak Presiden, hari ini hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026 jam 4 pagi kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT, hari ini total membawa 65 ton logistik," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

"Jadi sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik," ujarnya.

Pemerintah kembali mengirim bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 65 ton logistik diberangkatkan dengan lima pesawat hari ini Rabu (19/8) pukul 04.00 WIB. Foto: Dok Sekretariat Kabinet

Bantuan tersebut di antaranya makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, dan perlengkapan lainnya.

"Kemudian yang kedua, di sana poskonya ada dua. Pertama di Labuan Bajo, kemudian yang kedua di Maumere. Di Labuan Bajo itu logistik yang di sana akan didorong ke kabupaten lainnya, di Manggarai, Manggarai Barat, Timur, kemudian di Ngada," katanya.

Kemudian di posko Maumere, bantuan akan disebar ke Sikka, Ende, dan Nagekeo.

"Nah, semua logistik tadi itu menggunakan jalur udara lewat helikopter, kemudian pesawat Cassa, pesawat yang lebih kecil," ujarnya.

Selain udara, logistik juga disalurkan melalui jalur laut.

"Ada tiga KRI TNI AL yang sudah di sana, kemudian satu kapal rumah sakit berlabuh di sana. Kemudian juga melalui jalur darat, laporan dari Menteri PU seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua," katanya.

Teddy mengatakan pemerintah terus memantau penanganan bencana di NTT. Diharapkan pelaksanaan penanganan dapat berjalan cepat dan seluruh logistik dapat diterima masyarakat sesegera mungkin.

"Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapa pun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasa manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak," pungkasnya.