Seskab Teddy: Hanya Prabowo yang Teken Langsung Perjanjian Dagang dengan Trump

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump tanda tangani kesepakatan tarif dagang.  Foto: Dok. Instagram @sekretariat.kabinet
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump tanda tangani kesepakatan tarif dagang. Foto: Dok. Instagram @sekretariat.kabinet

Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian dagang. Tapi berbeda, kali ini, perjanjian ditandatangani langsung oleh kedua pemimpin negara.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump duduk bersama, meneken langsung perjanjian dagang kedua negara. Ada sejumlah kesepakatan yang menemui titik temu antara kedua negara.

Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan, kesepakatan ini tak lepas dari kedekatan Prabowo dan Trump. Kelancaran perjanjian ini jadi hasil perundingan kedua kepala negara.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump tanda tangani kesepakatan tarif dagang. Foto: Dok. Instagram @sekretariat.kabinet

"Dalam perundingan antar negara, kedekatan personal diperlukan untuk memperoleh kesepakatan bersama yang saling menguntungkan kedua belah pihak," tulis Teddy dikutip dari akun instagram @sekretariat.kabinet, dikutip Jumat (20/2).

"Presiden Prabowo melakukan perannya sebagai seorang kepala negara/pemerintahan melalui diplomasi langsung dan kedekatan personal ke setiap kepala negara," tambah Teddy.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump tanda tangani kesepakatan tarif dagang. Foto: Dok. Instagram @sekretariat.kabinet

Teddy mengatakan, ada banyak negara yang melakukan kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat. Tapi, hanya Prabowo yang duduk langsung dengan Trump dan meneken perjanjian itu sendiri.

"Perjanjian dagang dengan Amerika Serikat sebagai salah satu negara super power dan terkuat di dunia, menjadi sejarah perjanjian dagang yang ditandatangani langsung oleh kedua kepala negara," kata Teddy.

Apalagi di hari tersebut turut hadir lebih dari 15 kepala negara namun hanya Indonesia yang melakukan kesepakatan langsung."

--Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya.

"Tentu di dalam perjanjian ada pembicaraan tertutup antara kedua belah pihak yang tujuannya untuk sebesar-besarnya memberikan keuntungan kepada seluruh rakyat Indonesia," ucap dia.

instagram embed