Seskab Teddy: Presiden Prabowo Tanggung Biaya Perjalanan LN yang Lebihi Anggaran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Indonesia Prabowo Subianto tiba menjelang KTT ASEAN ke-48 dan pertemuan terkait di Cebu, Filipina, Rabu (7/5/2026). Foto: Jacqueline Hernandez pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Indonesia Prabowo Subianto tiba menjelang KTT ASEAN ke-48 dan pertemuan terkait di Cebu, Filipina, Rabu (7/5/2026). Foto: Jacqueline Hernandez pool via REUTERS

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan seluruh kelebihan biaya perjalanan luar negeri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang melampaui anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden.

Hal itu disampaikan Teddy melalui unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6), sebagai tanggapan atas masukan yang disampaikan oleh Dino Patti Djalal terkait kunjungan luar negeri Presiden.

Teddy mengawali pernyataannya dengan mengapresiasi masukan yang diberikan Dino. Ia menilai mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut sebagai diplomat yang memiliki pandangan cermat dan terstruktur.

"Kemudian berikutnya, karena saya di-mention oleh Pak Dubes Dino, saya mau luruskan beberapa hal. Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan," kata Teddy.

Teddy kemudian menjelaskan soal pembiayaan kunjungan luar negeri Prabowo yang menurutnya kerap menjadi perhatian publik.

"Jadi yang pertama, masalah biaya bila ke luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali," ujarnya.

Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya. Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Teddy memastikan, segala kelebihan biaya yang telah ditetapkan oleh negara, itu ditanggung oleh Prabowo sejak awal.

"Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ucap dia.

Selain itu, Teddy juga menyoroti jumlah rombongan yang menyertai Prabowo dalam kunjungan luar negeri. Ia menegaskan jumlah delegasi pada masa pemerintahan Prabowo telah dipangkas secara signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

"Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Lebih dari separuh dari periode sebelumnya," terang dia.

Menurut Teddy, pada masa sebelumnya jumlah rombongan dalam satu kunjungan luar negeri dapat mencapai lebih dari 120 orang. Sementara saat ini jumlah tersebut dibatasi sekitar 50 hingga 60 orang.

"Jadi kalau dulu, itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal. Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua," tandas dia.