Seskab Teddy soal Drop Off Logistik Indonesia ke Palestina: Tak Semua Bisa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prajurit TNI AU dari Wing Udara 1 Angkut Lanud Halim Perdanakusuma menyiapkan lgistik bantuan kemanusiaan saat pelepasan Satuan tugas (Satgas) Merah Putih II untuk bantuan kemanusiaan ke Gaza di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/8/2025).  Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Prajurit TNI AU dari Wing Udara 1 Angkut Lanud Halim Perdanakusuma menyiapkan lgistik bantuan kemanusiaan saat pelepasan Satuan tugas (Satgas) Merah Putih II untuk bantuan kemanusiaan ke Gaza di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/8/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan sejumlah langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu rakyat Palestina. Salah satunya melalui pengiriman bantuan logistik lewat jalur udara yang tak sembarang negara bisa melakukannya.

Hal itu disampaikan Teddy dalam unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6).

Indonesia Kirim Bantuan ke Gaza via Pesawat Hercules C130 TNI AU, Kolaborasi dengan Yordania, Selasa (9/4/2024) Foto: Dok Kementrian Pertahanan

"Presiden Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina. Apa buktinya? Satu, kita ada drop-off logistik dari udara. Sudah beberapa kali. Tidak semua negara bisa. Kenapa? Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat," kata Teddy.

Selain pengiriman bantuan logistik dari udara, Teddy mengatakan, pemerintah juga mengirimkan kapal rumah sakit untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi warga Palestina yang terdampak konflik.

"Kemudian yang kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina," ujarnya.

Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya. Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Tidak hanya bantuan kemanusiaan, Indonesia juga memberikan dukungan di bidang pendidikan bagi generasi muda Palestina. Teddy menyebut saat ini puluhan hingga sekitar seratus pelajar Palestina telah menempuh pendidikan di Indonesia.

"Kemudian yang ketiga, kita menyekolahkan anak-anak Palestina di universitas di Indonesia. Sekarang mungkin sudah sampai 100 orang yang sudah sekolah di sini dan lain sebagainya," tuturnya.

Teddy juga menyinggung keberhasilan diplomasi Indonesia dalam menangani kasus seorang warga negara Indonesia (WNI) yang diamankan oleh pihak Israel di laut bebas.

"Baru minggu lalu ada WNI yang diamankan pihak Israel di laut bebas. Dan lewat diplomasi dari Menteri Luar Negeri dan teman-teman Kemlu, selang beberapa hari dikembalikan ke Indonesia. Jadi ini lewat diplomasi yang baik diberitakan maupun yang tertutup," tandas dia.