Setahun Sekolah Rakyat 166 Titik 15 Ribu Harapan, Gus Ipul: Memutus Kemiskinan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri peringatan satu tahun program Sekolah Rakyat di Gedung Heritage Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Foto: Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri peringatan satu tahun program Sekolah Rakyat di Gedung Heritage Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Foto: Dok. Kemensos

Program Prioritas Nasional, Sekolah Rakyat telah berjalan satu tahun. Kehadiran program inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto ini semakin menegaskan instrumen strategis pemerintah dalam memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan yang menyasar kelompok paling rentan.

“Hampir satu tahun berjalan, Sekolah Rakyat membuktikan bahwa negara tidak boleh kalah oleh kemiskinan. Anak-anak yang selama ini tak terlihat, yang tak pernah tersentuh pendidikan, hari ini kita jemput, kita didik, dan kita siapkan masa depannya. Ini bukan sekadar program, ini gerakan memutus rantai kemiskinan,” tegas Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menghadiri acara Satu Tahun Perjalanan Sekolah Rakyat: Capaian Strategis dan Sinergi Keberlanjutan di Gedung Heritage Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Rabu (29/4/2026).

Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat dirancang bukan sekadar memberi akses pendidikan, tetapi menghadirkan intervensi menyeluruh bagi keluarga miskin.

“Sekolah Rakyat pada dasarnya adalah bagian dari penuntasan kemiskinan. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, dan muaranya setelah lulus mereka menjadi keluarga yang mandiri. Ini miniatur penuntasan kemiskinan,” ujarnya.

Sekolah Rakyat mencatat capaian nyata selama hampir setahun penyelenggaraannya, antara lain sebanyak 166 lokasi rintisan dibangun di 34 provinsi serta menjangkau lebih dari 15 ribu siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Kemudian, sistem tanpa seleksi akademik, berbasis penjangkauan langsung ke rumah-rumah warga. Ditambah pula model sekolah asrama penuh dengan pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, dan pembinaan karakter.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri peringatan satu tahun program Sekolah Rakyat di Gedung Heritage Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Foto: Dok. Kemensos

Capaian tersebut terlihat dari sebagian besar siswa berasal dari kondisi sosial ekonomi yang sangat terbatas, termasuk yang belum pernah sekolah maupun putus sekolah. Dampak program tersebut mulai terlihat secara nyata, terutama pada aspek kesehatan dan perubahan perilaku siswa.

“Setelah beberapa bulan, berat dan tinggi badan meningkat, anemia menurun, dan anak-anak menjadi lebih disiplin, percaya diri, serta mandiri. Ini terlihat sederhana, tapi sangat mendasar,” jelas Gus Ipul.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan keberlanjutan masa depan para siswa.

“Tidak boleh ada lulusan Sekolah Rakyat yang menganggur. Kita siapkan jalur kuliah maupun pekerjaan sesuai potensi mereka,” tegasnya.

Seiring perluasan program, pemerintah terus memperkuat dukungan infrastruktur dan tata Kelola, antara lain:

1. Sebanyak 93 gedung sekolah dalam proses pembangunan

2. ⁠Sekitar 69% ditargetkan rampung Juli 2026

3. ⁠Pengembangan 108 modul pembelajaran lintas jenjang

4. ⁠Penguatan kelembagaan dan ekosistem pemberdayaan keluarga

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau mereka yang selama ini luput dari sistem. Ia berharap Sekolah Rakyat menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan sosial Indonesia.

“Kami ingin memastikan gagasan ini dikenang sebagai peristiwa sejarah, saat harapan tidak lagi menjadi masa lalu, tetapi disiapkan sebagai masa depan,” pungkas Gus Ipul.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menilai Sekolah Rakyat telah menunjukkan capaian penting dalam waktu singkat.

“Sekolah Rakyat telah berjalan hampir satu tahun dan mencetak prestasi-prestasi yang luar biasa, sehingga menjadi harapan utama dalam penanggulangan kemiskinan di Tanah Air,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program ini sebagai sebuah kebijakan strategis yang dirancang untuk berdampak langsung kepada masyarakat.

“Sekolah Rakyat adalah inisiatif langsung Presiden untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan secara cepat, tepat, dan langsung sasaran,” lanjutnya.

Muhaimin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperluas dampak program.

“Sekolah Rakyat harus menjadi game changer yang melibatkan semua pihak, sehingga berdampak luas dan berkelanjutan,” tegasnya.