Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Buka Akses Pendidikan Gratis 44 Ribu Anak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensos Saifullah Yusuf catat 44 ribu anak dari keluarga prasejahtera telah akses pendidikan gratis Sekolah Rakyat saat peringatan 1 tahun program di Makassar, Rabu (28/10/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Mensos Saifullah Yusuf catat 44 ribu anak dari keluarga prasejahtera telah akses pendidikan gratis Sekolah Rakyat saat peringatan 1 tahun program di Makassar, Rabu (28/10/2026). Foto: Kemensos RI

Memasuki satu tahun penyelenggaraan, program Sekolah Rakyat mencatat lebih dari 44 ribu siswa dari keluarga kurang mampu telah mengikuti pendidikan formal dan karakter. Mereka tersebar di 182 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi.

“44.000 sudah berada di kelas di Sekolah Rakyat, dan yang 1.000 lebih sedang mengikuti proses rehabilitasi di sentra-sentra Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul dalam peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan bertema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita” ini bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Mensos Saifullah Yusuf catat 44 ribu anak dari keluarga prasejahtera telah akses pendidikan gratis Sekolah Rakyat saat peringatan 1 tahun program di Makassar, Rabu (28/10/2026). Foto: Kemensos RI

Gus Ipul menjelaskan, alokasi siswa Sekolah Rakyat tahun ini mencapai 45 ribu anak. Selain siswa yang telah mengikuti pembelajaran di kelas, lebih dari seribu anak masih menjalani proses rehabilitasi di sentra-sentra Kemensos untuk mempersiapkan mereka mengikuti pendidikan.

Ia turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, termasuk Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, dalam penyediaan lahan dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, anak-anak yang dijangkau memiliki kondisi dan kebutuhan yang beragam. Sebagian pernah putus sekolah, belum pernah mengenyam pendidikan, hingga harus bekerja di jalanan atau menjadi buruh untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup.

Mensos Saifullah Yusuf catat 44 ribu anak dari keluarga prasejahtera telah akses pendidikan gratis Sekolah Rakyat saat peringatan 1 tahun program di Makassar, Rabu (28/10/2026). Foto: Kemensos RI

Bahkan, dalam proses penjangkauan, ditemukan anak usia 17 hingga 18 tahun yang belum pernah bersekolah serta siswa pada jenjang SMP dan SMA yang masih memerlukan pendampingan untuk belajar membaca.

“Semua ini adalah anak-anak bangsa yang menurut Bapak Presiden harus mendapatkan akses untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas,” ujar Gus Ipul.

Karena itu, Kemensos memadukan pendidikan dengan rehabilitasi sosial. Anak-anak yang membutuhkan pemulihan mendapatkan pendampingan terlebih dahulu sebelum bergabung dalam pembelajaran di Sekolah Rakyat.

Mensos Saifullah Yusuf catat 44 ribu anak dari keluarga prasejahtera telah akses pendidikan gratis Sekolah Rakyat saat peringatan 1 tahun program di Makassar, Rabu (28/10/2026). Foto: Kemensos RI

“Data-data yang kami miliki memang anak-anak ini memerlukan di samping edukasi juga rehabilitasi,” jelasnya.

Pendampingan tersebut dilakukan dengan memperhatikan kondisi kesehatan, kesiapan belajar, serta kebutuhan emosional anak. Pemeriksaan kesehatan, pemetaan bakat, dan matrikulasi menjadi bagian dari proses untuk membantu siswa menyesuaikan diri dan mengejar ketertinggalan.

Setelah satu tahun pendampingan, perubahan mulai terlihat. Anak-anak yang semula menghadapi persoalan kesehatan dan belum memiliki semangat belajar kini semakin sehat, bugar, serta percaya diri menatap masa depan. Orang tua juga semakin bersemangat mendampingi pendidikan anak-anaknya.

Mensos Saifullah Yusuf catat 44 ribu anak dari keluarga prasejahtera telah akses pendidikan gratis Sekolah Rakyat saat peringatan 1 tahun program di Makassar, Rabu (28/10/2026). Foto: Kemensos RI

Perubahan itu terlihat dalam penampilan para siswa pada peringatan satu tahun Sekolah Rakyat. Mereka penuh percaya diri menampilkan tari Saman, tari kreasi spirit of Cenderawasih, Tari Komodo, pembacaan puisi, atraksi bela diri, drum band, penampilan koreografi tongkat Pramuka, baris variasi, hingga pertunjukan kolosal. Dari sisi prestasi, mereka juga berhasil meraih ratusan penghargaan tingkat nasional dan internasional.

“Terharu atas perkembangan mereka selama 1 tahun terakhir ini,” ungkap Gus Ipul.

Untuk mendukung pembinaan siswa, pemerintah terus memperkuat sarana pendidikan. Dari 100 titik pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat tahun ini, 93 titik telah digunakan, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian.

Kemensos juga terus memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, pengasuh, dan tenaga pendukung melalui seleksi terbuka. Pembenahan dilakukan secara bertahap agar pembelajaran dan pengasuhan dapat berjalan dengan baik.

“Kami terus berbenah, kami terus memperbaiki, mencukupi seluruh kekurangan-kekurangan itu,” tegas Gus Ipul.

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan secara terpadu. Pendidikan anak berjalan beriringan dengan perlindungan sosial dan pemberdayaan orang tua.

Keluarga siswa mendapatkan dukungan bantuan sosial, jaminan kesehatan melalui PBI JK, perbaikan rumah, serta pemberdayaan ekonomi.

Tercatat 10.140 rumah orang tua siswa telah diperbaiki, 11.274 orang tua menerima bantuan modal usaha, dan 9.021 orang tua mendapatkan layanan rehabilitasi sosial ATENSI.

“Jadi ini pendekatannya utuh sebagai model pengentasan kemiskinan yang terpadu,” kata Gus Ipul.

Mensos Saifullah Yusuf catat 44 ribu anak dari keluarga prasejahtera telah akses pendidikan gratis Sekolah Rakyat saat peringatan 1 tahun program di Makassar, Rabu (28/10/2026). Foto: Kemensos RI

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan, Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, Founder ESQ Corporation Ary Ginanjar Agustian, serta Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Meutia Farida Hatta Swasono.

Turut hadir pula Sekretaris Jenderal Kemensos Hasan Chabibie, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, jajaran pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kemensos, staf khusus dan tenaga ahli Menteri Sosial, serta ratusan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, pendamping PKH, TKSK, PSM, dan kader Karang Taruna.