Setelah BEM UI, Kini Aliansi Mahasiswa UGM Bikin Poster Kritik Jokowi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

clock
comment
26
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kampus UGM di Yogyakarta. Foto: Dwita Komala Santi
zoom-in-whitePerbesar
Kampus UGM di Yogyakarta. Foto: Dwita Komala Santi

Presiden Jokowi tampaknya tak henti menjadi sasaran kritik. Usai dikritik dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dengan poster Presiden Jokowi sebagai king of lip service, kini poster serupa muncul di Yogyakarta melalui akun Twitter @UGMBergerak.

Adalah Aliansi Mahasiswa UGM, sebuah tempat yang selama ini menjadi pergerakan mahasiswa di kampus berslogan kerakyatan tersebut.

X post embed

Melalui sebuah poster yang diunggah di Twitter, Aliansi Mahasiswa UGM mengucapkan selamat kepada Presiden Jokowi karena telah menjadi juara umum lomba ketidaksesuaian omongan dengan kenyataan.

Dalam poster itu ditampilkan sejumlah berita yang memuat judul pernyataan Jokowi. Di antaranya statement Jokowi soal masyarakat harus aktif sampaikan kritik.

kumparan post embed

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Farhan mengatakan bahwa apa yang disampaikan Aliansi Mahasiswa UGM adalah keresahan yang dirasakan mahasiswa. Cuitan itu juga turut mewakili sikap BEM UGM.

"Iya (mewakili sikap BEM UGM), namun (aliansi) mengatasnamakan individu-individu yang ada. Anggota BEM adalah bagian juga dari Aliansi Mahasiswa UGM," kata Farhan dikonfirmasi, Senin (28/6).

"BEM termasuk masuk dalam sikap tersebut," ujarnya.

BEM UGM, kata Farhan, mendukung apa yang disuarakan oleh Aliansi Mahasiswa UGM karena sesuai dengan fakta-fakta yang ada.

"Secara tegas kami akan sampaikan bahwa apa yang dikeluarkan oleh akun twitter Aliansi Mahasiswa UGM merupakan fakta-fakta yang jelas dan mewakili keresahan mahasiswa," katanya.

Farhan pun berpesan, jika memang tidak siap dikritik maka tak perlu mengumbar janji. Kalau perlu sebaiknya merevisi apa yang sudah disampaikan.

"Jika memang tidak bisa mengakomodir kritik terutama dari mahasiswa, sebaiknya tidak perlu mengumbar janji dan sebaiknya merevisi apa yang sudah disampaikan kepada publik," ujarnya.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: