Setelah Kiev, Militer Rusia Mulai Masuki Kota Kharkiv, Ukraina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah kendaraan militer Rusia yang hancur terlihat di pinggir jalan di pinggiran Kharkiv, Ukraina, Sabtu (26/2/2022). Foto: SERGEY BOBOK/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah kendaraan militer Rusia yang hancur terlihat di pinggir jalan di pinggiran Kharkiv, Ukraina, Sabtu (26/2/2022). Foto: SERGEY BOBOK/AFP

Perlahan militer Rusia terus memasuki sejumlah kota besar di Ukraina sejak pertama memulai invasinya pada Kamis (24/2) lalu.

Dilansir Aljazeera, Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Anton Herashchenko, menyatakan militer Rusia saat ini mulai terlihat di jalan-jalan kota Kharkiv, kota yang terletak di timur laut Ukraina. Setelah Kiev, Kharkiv merupakan kota terbesar kedua yang ada di Ukraina.

Kepastian keberadaan militer Rusia di Kharkiv itu dikonfirmasi Herashchenko melalui video yang dirilis Layanan Komunikasi Khusus dan Perlindungan Informasi Negara Ukraina.

Sebuah kendaraan militer Rusia yang hancur terlihat di pinggir jalan di pinggiran Kharkiv, Ukraina, Sabtu (26/2/2022). Foto: SERGEY BOBOK/AFP

Video itu menunjukkan beberapa kendaraan militer ringan terlihat mulai bergerak di sepanjang jalan di Kharkiv dan secara terpisah juga terlihat adanya sebuah tank yang terbakar.

Invasi militer Rusia di Kharkiv sebelumnya telah dimulai dengan peluncuran rudal yang meledakkan pipa gas alam yang berada di kota tersebut pada Minggu waktu setempat.

Akibat ledakan tersebut, Pemerintah kota Kharkiv mengeluarkan peringatan akan bahaya asap yang ditimbulkan dari ledakan pipa gas tersebut. Tak hanya berbahaya bagi masyarakat, ledakan tersebut juga berpotensi dapat menyebabkan bencana lingkungan yang fatal di Kharkiv.

Kondisi kendaraan tempur yang rusak usai diserang militer Rusia di Kharkiv, Ukraina, Sabtu (26/2/2022). Foto: Vyacheslav Madiyevskyy/REUTERS

Untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, pemerintah telah menyarankan kepada seluruh warga untuk tetap berdiam diri di kediaman mereka masing-masing dan menutup rapat seluruh jendela mereka.

Meski berpotensi membahayakan lingkungan dan kesehatan warga, hingga kini belum diketahui seberapa penting pipa tersebut dan apakah ledakan yang terjadi dapat mengganggu pasokan gas ke luar kota atau negara.

Akan tetapi Ukraina memastikan masih akan melanjutkan pengiriman pasokan gas alam ke sejumlah negara di eropa.