Setelah Lebih dari 2 Dekade Jadi Misteri, Pembunuh Kristin Smart Diadili

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paul Flores mendengarkan selama persidangan pembunuhannya di Pengadilan Tinggi Kabupaten Monterey di Salinas, California, Senin, 18 Juli 2022. Foto: Daniel Dreifuss/Monterey County Weekly via AP, Pool
zoom-in-whitePerbesar
Paul Flores mendengarkan selama persidangan pembunuhannya di Pengadilan Tinggi Kabupaten Monterey di Salinas, California, Senin, 18 Juli 2022. Foto: Daniel Dreifuss/Monterey County Weekly via AP, Pool

Setelah lebih dari seperempat abad, kasus menghilangnya Kristin Smart, mahasiswa California Polytechnic State University, akhirnya menemukan titik terang. Teman sekelas Smart, Paul Flores, yang ditangkap pada 2021 lalu, akhirnya dijatuhi hukuman 25 tahun karena dianggap membunuh Kristin Smart.

"Hari ini, sistem peradilan pidana kami akhirnya telah berhasil memberikan keadilan bagi Kristin Smart," tulis jaksa pengadilan wilayah San Luis Obispo County, Dan Dow, dilansir Reuters, Sabtu (11/3).

Flores yang kini berusia 46 tahun ditetapkan bersalah oleh 12 anggota juri di Persidangan Tinggi Monterey, Oktober 2022. Hari ini, jaksa memutuskan untuk memberikan hukuman terberat sesuai sistem pidana California kepada Flores.

Ayah Flores, Ruben Flores, yang sebelumnya juga ditangkap, kini sudah dilepaskan. Ruben Flores awalnya dituduh membantu anaknya menyembunyikan mayat Smart, tapi tak terbukti.

Kasus Pembunuhan Kristin Smart

Foto tak bertanggal yang dirilis oleh FBI ini menunjukkan Kristin Smart, mahasiswa Universitas Negeri Politeknik California, San Luis Obispo yang menghilang pada tahun 1996. Foto: FBI via AP

Kasus hilangnya Kristin Smart ini pernah menjadi salah satu unsolved mystery yang paling populer di California. Kristin Smart yang saat kejadian masih berusia 19 tahun itu tiba-tiba hilang pada 25 Mei 1996.

Smart terlihat terakhir kali dalam keadaan setengah sadar saat hendak pulang dari sebuah pesta di luar kampus dini hari. Sekitar pukul 2 pagi, dua teman Smart yang juga baru keluar dari pesta, Cheryl Anderson dan Tim Davis, menemukan Smart pingsan di halaman tetangga.

Saat itu, tiba-tiba Paul Flores yang memang tinggal tak jauh dari asrama Smart menghampiri dan menawarkan bantuan. Mendengar itu, Davis dan Anderson lalu menyerahkan nasib Smart kepada Flores yang memang tinggal di dekat sana dan sudah berjanji akan mengantarkan Smart ke asrama dengan selamat.

Setelah itu, Smart tak pernah terlihat lagi.

kumparan post embed

Awalnya Departemen Kepolisian Kampus curiga Smart pergi berlibur tanpa berpamitan, seperti yang biasa terjadi di kalangan mahasiswa. Apalagi saat itu memang sudah masuk libur Memorial Day yang diperingati setiap tahun oleh seluruh negara bagian Amerika Serikat.

Proses pelaporan tentang hilangnya Smart pun tertunda sepekan. Setelah mereka sadar bahwa Smart bukan sedang berlibur, beberapa sukarelawan dikerahkan untuk mencari Smart. Bahkan pencarian Smart juga melibatkan alat penangkap radar bawah tanah.

Selama penyelidikan berlangsung, ada beberapa orang yang dicurigai terlibat. Salah satunya adalah teman Smart, Scott Peterson, yang memang masuk kampus bersama dengan Smart.

Bertahun-tahun kemudian, di kasus yang berbeda, pada 2002, istri Scott, Laci, hilang bersama anak pertamanya yang masih dalam kandungan. Scott yakin istrinya telah dibunuh seseorang.

Mayat yang Tak Pernah Ditemukan

Hingga saat ini mayat Kristin Smart tak pernah ditemukan. Meski demikian, anting yang diduga milik Smart ditemukan oleh seorang penyewa yang mengontrak di bekas kediaman ibu Paul Flores dan menjadi salah satu barang bukti berharga.

Sejak tahun 1996 hingga 2007, seluruh usaha pencarian mayat Smart--yang diyakini memang sudah tewas--dan barang bukti lainnya terus dilakukan. Selama berhari-hari, polisi mencoba menggali area sekitar kampus, bahkan mengerahkan anjing yang sudah dilatih khusus untuk menemukan mayat.

Ada beberapa barang yang berhasil dibawa oleh polisi. Namun hingga tahun 2020, polisi masih meneliti apakah barang-barang tersebut bisa dikategorikan sebagai barang bukti di kasus hilangnya Kristin Smart.

Terungkap Berkat Podcast

Setelah bertahun-tahun mandek, kasus ini akhirnya mulai terungkap berkat podcast dokumenter milik penyanyi sekaligus jurnalis lepas Chris Lambert. Dalam podcast sepanjang 10 episode bertajuk "Your Own Backyard" itu, Chris berhasil menyuguhkan bukti dan saksi baru yang membantu penyelidik memecahkan kasus ini.

Akhirnya, pada April 2021 lalu, polisi menangkap Paul Flores dan menetapkannya sebagai pelaku. Jaksa menuduh, Flores tak cuma membunuh Smart, tapi juga memperkosanya.

Hakim Jennifer O'Keefe menyebut, Flores terus mengonsumsi obat-obatan terlarang dan menyerang perempuan dalam "perilaku predator" yang berlangsung hingga ia dewasa.

"Kamu berhak menghabiskan hari-hari di sisa hidupmu di balik jeruji besi," kata O'Keefe.

Meski Flores sudah ditangkap dan dijatuhi hukuman, namun hingga saat ini mayat Smart masih belum ditemukan. Tim penyidik sudah mencari di 18 titik namun hasilnya nihil.

"Kami bersumpah akan tetap membuka kasus ini sampai jenazah Smart ditemukan dan dikembalikan ke keluarganya," tegas Sheriff Parkinson.

Yang jelas, setelah kasus hilangnya Smart, pemerintah setempat mengeluarkan Undang-undang baru yang mewajibkan perguruan tinggi dan universitas untuk berbagi informasi dengan cepat ke polisi jika ada murid mereka yang hilang. Sehingga diharapkan tak ada lagi kasus serupa di kemudian hari.