Setelah Sleman, Densus 88 Amankan Seorang Pria di Kota Yogyakarta

Setelah mengamankan terduga teroris di Sleman, Densus 88 Polri juga mengamankan seorang pria berinisial FA di Kota Yogyakarta. Petugas juga menggeledah rumah FA di Wirogunan, Kecamatan Mergangsang, Kota Yogyakarta, Rabu (18/12).
Ketua RT setempat, Petrus Yuniarto (49), menjelaskan dirinya bersama Ketua RW diminta anggota Densus 88 untuk menjadi saksi saat penggeledahan pada pukul 16.00 WIB. Saat itu, dia diberi tahu bahwa FA telah ditangkap.
“Ada penangkapan. Penangkapannya saya tidak tahu (lokasinya), di sini cuma ada penggeledahan. Setelah ada pembicaraan memang (FA) sudah tertangkap, katanya tapi tidak di rumah, tapi di luar,” kata Yuniarto saat ditemui di kediamannya, Rabu (18/12) malam.
“(Densus 88) sudah izin Pak RW dahulu. Saya dapat info dari Pak RW itu Densus,” ucapnya.
Dalam penggeledahan tersebut sejumlah barang dibawa oleh petugas di antaranya ponsel, buku-buku, antena HT, kawat lilitan, dan buku tabungan. Usai penggeledahan tersebut istri FA juga turut dibawa petugas.
“Yang di situ suami istri. Yang ditangkap yang laki, yang perempuan enggak. Tapi setelah penggeledahan ada barang-barang bukti yang dibawa. Yang perempuan (istri) juga ikut dibawa dengan alasan tersendiri,” kata Yuniarto.
Dia menjelaskan FA ini berasal dari Surabaya, sementara istrinya merupakan warga asli Bintaran Kulon. FA sendiri sudah empat tahun tinggal di rumah milik nenek istrinya.
“Kesehariannya, pagi jam 08.00 itu pergi kerja, nanti pulangnya malam. Kerjanya di sini banyak yang tidak tahu,” kata dia.
Yuniarto mengaku tidak kaget dengan penangkapan tersebut. Sebab, satu tahun lalu ada orang yang mengaku dari Densus 88 menyampaikan ada target operasi (TO) di wilayahnya.
“Tapi saya tutup mulut, tidak ada pembicaraan keluar. Hanya pemantauan, dia (petugas) minta izin sewaktu-waktu tiap hari, mungkin bisa bulanan memantau daerah sini,” kata dia.
Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini saat dimintai konfirmasi membenarkan ada kegiatan Densus 88 di Kota Yogyakarta. Namun dia tidak membeberkan dengan rinci lantaran ranah Densus 88.
“Itu ranahnya Densus. Densus memang ada kegiatan di tempat kita, kita back up (pengamanan),” kata Armaini saat di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Rabu (18/12) malam.
