Setelah Trump, Putin Dijadwalkan Bertemu Xi Jinping di Beijing
·waktu baca 2 menit

Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 19-20 Mei 2026. Kunjungan ini hanya selang empat hari setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke China.
"Juru bicara Kementerian Luar Negeri mengumumkan atas undangan Presiden Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 19-20 Mei 2026," demikian disebutkan dalam laman Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Sabtu (16/5).
"China dan Rusia terus menjaga komunikasi erat terkait persiapan kunjungan ini," kata juru bicara Kemlu China Guo Jiakun, seperti dilansir ANTARA pada Minggu (17/5).
Lawatan Putin akan berlangsung hanya empat hari setelah Trump menyelesaikan kunjungan kenegaraannya di Beijing pada 13-15 Mei lalu.
Pertemuan Putin dan Xi diperkirakan membahas hubungan bilateral, kerja sama ekonomi, hingga isu internasional dan regional.
Pada Kamis (14/5), Kremlin menyebut persiapan kunjungan Putin hampir rampung dan pengumuman resmi akan segera disampaikan.
"Seluruh persiapan praktis untuk kunjungan ini pada dasarnya telah selesai," kata pejabat Kremlin Yuri Ushakov kepada Reuters.
Putin dan Xi terakhir kali bertemu langsung dalam KTT Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Tianjin pada Agustus-September 2025.
Keduanya juga sempat melakukan pembicaraan virtual pada Februari 2026.
Kunjungan Putin kali ini disebut bertepatan dengan peringatan 25 tahun Perjanjian Persahabatan China-Rusia yang diteken pada 2001.
Jika kunjungan Putin terlaksana sesuai jadwal, China akan menjadi negara pertama yang menjamu para pemimpin dari seluruh anggota tetap Dewan Keamanan PBB dalam rentang beberapa bulan terakhir, setelah sebelumnya menerima kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
