Setengah Populasi Koala di Pulau di Australia Musnah Akibat Kebakaran

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyelamat margasatwa mengangkat seekor koala yang diselamatkan di hutan yang terbakar di dekat Cape Borda di Pulau Kanguru, Australia, Selasa (7/1). Foto: AAP Image/David Mariuz/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Penyelamat margasatwa mengangkat seekor koala yang diselamatkan di hutan yang terbakar di dekat Cape Borda di Pulau Kanguru, Australia, Selasa (7/1). Foto: AAP Image/David Mariuz/via REUTERS

Setengah dari populasi koala yang sehat di sebuah pulau Australia musnah akibat kebakaran. Padahal koala-koala ini dikembangbiakkan untuk memastikan spesies mereka tidak punah di masa mendatang.

Diberitakan Reuters, Selasa (7/1), koala yang mati berasal dari Pulau Kangaroo di selatan benua Australia. Ada 50 ribu koala yang bebas penyakit di pulau ini, setengahnya dilaporkan mati akibat kebakaran yang menghanguskan 170 ribu hektare lahan di Pulau Kangaroo.

"Lebih dari 50 persen (populasi koala) telah hilang. Luka-luka mereka ekstrem. Koala yang lain kehilangan habitatnya untuk pulang, kelaparan akan jadi masalah dalam beberapa hari ke depan," kata Sam Mitchell, pengurus Taman Nasional Pulau Kangaroo.

Kebakaran di New South Wales, Australia. Foto: NSW RFS – TERRY HILLS BRIGADE/via REUTERS

Spesies koala di Pulau Kangaroo istimewa karena telah dinyatakan bebas penyakit, terutama infeksi chlamydia. Bakteri chlamydia yang menjangkiti koala di timur Queensland dan New South Wales menyebabkan penyakit seperti kebutaan, kemandulan, bahkan kematian.

Demi mencegah penularan, koala yang sehat tidak boleh dikeluarkan dari Pulau Kangaroo. Menurut ahli satwa dari University of Adelaide, Jessica Fabijan, koala Pulau Kangaroo adalah jaminan bagi keberlangsungan spesies koala.

"Ini adalah tragedi terbesar bagi populasi ini sejak akhir 1800-an ketika masyarakat memburu koala untuk diambil bulunya," kata Fabijan.