Setnov Berkelit soal Fee 10 Persen dan Ucapan 'Kita Harus Bungkus'

Setya Novanto dicecar sejumlah hal oleh penuntut umum KPK. Salah satunya dikonfirmasi soal rekaman percakapan sarapan pagi di rumah Setya Novanto yang diduga terkait proyek e-KTP. Sarapan itu dihadiri oleh Andi Narogong serta Johannes Marliem.
Awalnya penuntut umum mengkonfirmasi salah satu isi percakapan yang menyinggung soal harga satu keping kartu yang akan digunakan untuk e-KTP yakni setara USD 0,5 sen.
"Iya, betul. Rp 5 ribu, Pak," kata Setya Novanto dalam keterangannya sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/3).
"Yang ngomong Andi, ngomongnya ke Marlien," imbuh dia
"Terus waktu itu biaya potong pajak 10 persen. Apa yang saudara sampaikan sih itu?" tanya penuntut umum.
Setya Novanto menjelaskan bahwa yang dimaksud 10 persen terkait ucapan terima kasih Andi kepada Dirut Quadra Solutions Anang Sugiana.
"Pikiran saya begitu, karena dia disebut-sebut Quadra, Anang," ujar dia.
Penuntut umum kembali mengejar keterangan soal 10 persen itu yang diduga merupakan fee terkait e-KTP
"Kenapa jawaban saudara berikutnya menotice lagi dengan bilang 'makanya gue yang supply dong, aman kan lo'. Saudara juga ngomong, 'gue kasih sepuluh persen, nah kita harus bungkus'," tanya penuntut umum kepada Setya Novanto.
Menurut Setya Novanto, hal tersebut merujuk kepada Charles Sutanto Ekapradja, mantan Country Manager HP Enterprise Service. Charles adalah rekanan Johannes Marliem, penyedia produk automated fingerprint identification system (AFIS) merek L1 yang kemudian dipakai di proyek e-KTP.
Penuntut umum menilai keterangan itu membingungkan bila konteksnya adalah keuntungan. "Kenapa jawaban saudara berikutnya me-notice lagi dengan bilang 'makanya gue yang supply dong, aman kan lo'," kata penuntut umum.
"(10 persen) Itu kan dia dengan Charles harganya ada beda. Saya mikir kok ngambil untung gede banget," jawab Setya Novanto.
"Tapi saudara ngomong 'kita harus bungkus'. Yang dibungkus apanya?" tanya penuntut umum.
Namun Setya Novanto mengaku lupa atas penyataannya itu. Ia hanya menyebut bahwa harga tersebut kemahalan. Setya Novanto tetap berkukuh bahwa hal tersebut adalah keuntungan perusahaan, bukan keuntungan untuk dirinya.
"Saya liat kayak ada pertikaian, sebenernya ingin bagaimana supaya harga itu bisa turun, kalau turun kan pemerintah kan untung," ujar dia.
Andi Narogong pada persidangan sebelumnya mengungkapkan bahwa 10 persen itu terkait fee. Menurut dia, Charles bersedia memberikan fee 10 persen bila terpilih sebagai penyedia barang proyek e-KTP.
