Sewa Pacar vs Prostitusi, Apa Bedanya?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pacaran. Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pacaran. Foto: Shutter stock

Jasa sewa pacar kini mudah ditemukan di Indonesia. Pilihan paket jasa untuk sewa pacar pun bermacam-macam. Mulai dari online date seperti menemani chat, telepon, hingga kencan offline dengan tarif beragam.

Sekilas ini memang mirip dengan prostitusi atau open BO: penyewa jasa memilih sosok sesuai kriteria, membayar, dan jasa akan diberikan. Lantas, apa perbedaannya?

Peneliti di Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada Firya Abisono menjelaskan ada batasan yang jelas antara pacar sewa dan prostitusi terutama dalam hal hubungan seksual antara penyewa dan pemberi jasa.

“Nah sebenarnya kalau ini jelas, kalau saya bawa pacar itu mereka itu ada batasan-batasan tertentu bahkan tidak ada tidak boleh berhubungan secara seksual gitu bahkan kalau misalnya pegangan tangan itu ada waktunya,” ujar Firya kepada kumparan, Kamis (27/10).

embed from external kumparan

Firya menjelaskan bahwa jasa sewa pacar umumnya hanya memberikan afeksi sebatas ucapan sapaan, kata-kata cinta, dan skenario romantis di depan keluarga. Sementara untuk sentuhan fisik, pacar sewaan sangat terbatas.

Menurutnya, dalam prostitusi tujuan yang ingin dicapai adalah pemenuhan hasrat seksual antara penyewa dan pemberi jasa. Bila memang ada afeksi yang diberikan di sela kegiatan utama, Firya menyebut itu hanyalah bonus.

“Nah ini malah mungkin sebaliknya gitu ya kalau misalnya ada (hubungan seksual) consent-nya di antara keduanya. Pasar sewaan ini mungkin akan mengarah ke sana tapi sebenarnya intinya dari pacar sewaan ini adalah bukan hubungan seksual, selain kan prostitusi tujuannya itu,” tegasnya.

Serbi-serbi Jasa Sewa Pacar di Indonesia. Foto: kumparan

Menurut Firya salah satu alasan orang menyewa pacar sebab mereka hanya butuh afeksi tetapi tidak ingin terlibat dalam hubungan jangka panjang yang serius. Terlebih dengan pacar sewaan ini penyewa bisa memilih kriteria pacar yang akan ia sewa sesuai dengan seleranya.

“Dan mereka itu, apa namanya, tidak ingin terlibat dengan investasi-investasi perasaan kedepannya,” ujar Firya.

“Kalau pacaran ini dia sudah bisa mengatur, 'Oh aku ingin punya pacar yang kayak gini, terus aku pengennya dapat efeksinya kayak gini',” pungkasnya.

Jadi, bagaimana? Tertarik untuk mencoba jasa sewa pacar?