Shane Lukas Akui Main Gitar di Polsek Pesanggrahan: Saat Itu Sudah Pusing
·waktu baca 2 menit

Terdakwa Shane Lukas mengakui main gitar saat berada di Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Saat itu, dia turut diamankan oleh polisi atas tindakan penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy terhadap David Ozora.
Shane mengaku main gitar karena pusing. Gitar tersebut ia mainkan pada 21 Februari 2023 malam.
"Mengenai main gitar, Yang Mulia, pada saat itu sudah pusing," kata Shane saat menanggapi keterangan yang disampaikan orang tua teman David Ozora di PN Jakarta Selatan, Selasa (13/6).
Kedua saksi tersebut yakni ayah dan ibu Renjiro Amadeus Arichi Kresna Tan. Mereka adalah Rudy Setiawan dan Natalia Puspitasari.
Namun penjelasan Shane dipotong hakim. Sebab hakim menyatakan Shane bisa menjelaskan itu saat dia diperiksa sebagai terdakwa atau dalam pembelaan alias pleidoinya.
"Nanti Saudara bisa sampaikan, pada saat waktunya," ungkap hakim.
Pada kesempatan sama, Shane membantah ingin melarikan diri dan keterangan yang menyebut Shane tak ingin menolong David.
Adapun dalam kesaksiannya, kedua saksi tersebut mengungkap hal yang seragam: Mario Dandy Satriyo, Shane Lukas, dan Perempuan A tampak senang saat di Polsek Pesanggrahan. Padahal korbannya, David, berlumuran darah hingga tak sadarkan diri di rumah sakit.
Rudy mengaku melihat Shane Lukas main gitar. Kemudian Mario Dandy dan Perempuan A bermesraan. Hal itu ia lihat saat dimintai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polsek Pesanggrahan.
"Saudara melihat mereka ada main gitar?" tanya hakim kepada Rudy saat bersaksi di PN Jakarta Selatan, Selasa (13/6).
"Saya melihat," jawab Rudy.
"Lihat, lihat di mana?" tanya hakim.
"Saya lihat Shane ambil gitar, gitar itu digantung jadi masuk ke ruangan kaca, jadi di Polsek itu ada ruang kaca, ruangan itu ruangan apa saya enggak tahu, tapi mereka ada di situ," kata dia.
"Nah, Shane main gitar, menghadapi si Mario dan si anak AG," sambungnya.
Pada saat itu, Perempuan A disebut tengah menggandeng tangan Mario Dandy. Istrinya yang ada di lokasi tersebut pun mengaku kecewa.
"Kok mereka istilahnya, masih bisa, ya saya waktu itu juga bilang, akhirnya penyidik bilang ‘setop dulu deh Pak, kita ngobrol dulu’. Saya berpikir, pada saat itu mungkin apa pun ya terserah yang ada berpikir apa, tapi saya berpikir yang satu lagi koma, lagi berjuang, antara nyawa sadar, bukan masalah hidup dan mati, tapi di sini masih ketawa-tawa," kata dia.
