Sibuk Berburu Kekuasaan hingga Lupa Derita Suku Asmat

Kasus gizi buruk dan penyakit campak yang menyerang Suku Asmat, Provinsi Papua, seperti menjadi 'pukulan' bagi pemerintah yang sebetulnya sedang getol membangun tanah Papua dengan infrastruktur nan apik.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri turut menyampaikan keprihatinan itu, melalui Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto di sela-sela acara Sekolah Partai yang diikuti 101 calon kepala dan wakil kepala daerah.
Hasto menyebut, Megawati menilai kasus yang melanda Suku Asmat tidak seharusnya terjadi jika pejabat publik memiliki kepedulian pada warga Papua.
“Terhadap apa yang terjadi di Asmat, Ibu Mega mengatakan seharusnya tidak perlu terjadi,” kata Hasto dalam jumpa pers, di Wisma Kinasih, Jalan Tapos Raya, Depok, Minggu (28/1).

“Kita terlalu asyik di dalam mendapatkan kekuasaan dengan segala cara, sampai melupakan bahwa kekuasaan peri kehidupan,” sambung Hasto.
Untuk itu, kata Hasto, Megawati berharap agar tokoh politik lebih peduli dengan hal-hal yang berkaitan dengan Suku Asmat.
“Dengan memperhatikan bagaimana ibu-ibu yang hamil anak-anak yang berada dalam kandungan yang seharusnya mendapatkan sentuhan politik dengan nilai-nilai kemanusiaan itu,” pungkas Hasto.
Terkait hal ini, Pemerintah melalui jajarannya telah melakukan upaya penanganan tragedi di Asmat. Selain itu, TNI juga mengirimkan 206 personel Satuan Tugas Kesehatan (Satgaskes) yang diberangkatkan ke Papua dan Papua Barat untuk menangani wabah campak dan gizi buruk di Suku Asmat, Papua.
Fenomena ini membuat pemerintahan Jokowi-JK menuai kritik dari banyak pihak tentang peran negara dalam mengelola Papua.
