Sidang Tahunan MPR 2025 Dibuka, 604 dari 732 Anggota Hadir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Helikopter tiba untuk berjaga menjelang Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Helikopter tiba untuk berjaga menjelang Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

DPR/MPR dan DPD menggelar Sidang Tahunan 2025 pada Jumat (15/8). Sidang dibuka oleh Ketua MPR Ahmad Muzani dan dihadiri hampir seluruh anggota MPR.

“Sesuai catatan daftar hadir yang disampaikan oleh sekjen MPR sampai saat ini sudah hadir 604 anggota dari 732 anggota MPR yang terdiri dari anggota DPR dan DPD,” kata Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).

Muzani mengatakan, sebagaimana ketentuan tata tertib MPR, sidang sudah memenuhi kuorum dan langsung dimulai. Agenda sidang tahunan adalah mendengarkan laporan kinerja lembaga termasuk pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua MPR RI periode 2019-2024 Bambang Soesatyo tiba untuk menghadiri Sidang tahunan DPR/MPR di Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Dengan mengucapkan bismillah Sidang Tahunan MPR tahun 2025, dan sidang bersama DPR dan dpd dengan agenda laporan kinerja lembaga-lembaga negara yang akan disampaikan oleh presiden dan pidato kenegaraan presiden dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia kami buka dan dinyatakan terbuka untuk umum,” ujar Muzani yang dilanjutkan dengan mengetuk palu sidang.

Pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ini adalah pidato Sidang Tahunan perdana setelah ia dilantik pada Oktober 2024 lalu. Prabowo juga akan membacakan nota keuangan pada sesi selanjutnya.

Prabowo tampak hadir di kawasan ruang sidang dengan mengenakan jas berwarna abu-abu. Hal ini berbeda dengan presiden sebelumnya yang memakai pakaian adat.