Sikap Kartini UGM: Arah Bangsa Ditentukan MK Besok, Jadi Indonesia Cemas?

21 April 2024 13:17 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sivitas akademika perempuan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan pernyataan sikap dalam acara bertajuk "Kartini Bangkit: Mengawal Putusan MK untuk Demokrasi Indonesia" di Balairung, UGM, Minggu (21/4/2024). 
 Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sivitas akademika perempuan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan pernyataan sikap dalam acara bertajuk "Kartini Bangkit: Mengawal Putusan MK untuk Demokrasi Indonesia" di Balairung, UGM, Minggu (21/4/2024). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sivitas akademika perempuan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan pernyataan sikap dalam acara bertajuk "Kartini Bangkit: Mengawal Putusan MK untuk Demokrasi Indonesia" di Balairung, UGM, Minggu (21/4).
ADVERTISEMENT
Dibacakan Prof Endang Semiarti, para Kartini UGM merayakan Hari Kartini dengan keprihatinan. Ini merupakan sikap jelang putusan MK terkait gugatan Pilpres 2024.
"Hari ini, bertempat di Balairung UGM, kami memperingati Hari Kartini dalam suasana keprihatinan. Perjuangan emansipasi, yang merupakan pilar penting kehidupan berdemokrasi yang diupayakan RA Kartini telah terkoyak sangat dalam di saat bangsa Indonesia sedang berbenah menuju Indonesia Emas," kata Prof Endang.
"Pelanggaran terhadap konstitusi, undang-undang, etika dan norma bernegara marak terjadi selama lima tahun terakhir akibat ambisi segelintir elite politik," tegasnya.
"Ataukah kita akan terjerumus semakin kelam ke arah pelemahan kelembagaan yang justru menciptakan Indonesia Cemas? Ke mana arah pembangunan bangsa ini sangat ditentukan oleh putusan Mahkamah Konstitusi yang akan dibacakan besok, Senin 22 April 2024," katanya.
Prof Wiendu Nuryanti saat di acara "Kartini Bangkit: Mengawal Putusan MK untuk Demokrasi Indonesia" di Balairung, UGM, Minggu (21/4/2024). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Para Kartini dari UGM ini berharap MK yang merupakan benteng terakhir keadilan agar menggunakan nurani, akal sehat, serta kewenangan yang dimilikinya untuk mengambil keputusan berkeadilan.
ADVERTISEMENT
"Demi menjaga demokrasi dan amanah konstitusi untuk kesejahteraan generasi sekarang dan yang akan datang," katanya.
"Dari Balairung UGM, kami lontarkan bola salju keadilan dan kebenaran agar serumit apa pun jalurnya, keadilan dan kebenaran itu dapat melewatinya. Berbagai upaya telah dilakukan, acara telah dihelat, perjuangan telah dikobarkan, semoga hasil akhir tidak mengingkari proses yang telah ditempuh," katanya.
Melalui semangat Kartini, para sivitas akademika perempuan UGM bertekad menjaga integritas dan kebebasan akademik untuk mengokohkan demokrasi menuju negeri adil makmur sentosa dan sejahtera, seperti yang diamanatkan para pendiri NKRI.