Siklon Tropis Senyar, Penyebab Hujan Deras Pemicu Banjir di Aceh, Sumut & Sumbar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara permukiman terendam banjir di kawasan Dadok Tunggul Hitam, Padang, Sumatera Barat, Selasa (25/11/2025). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara permukiman terendam banjir di kawasan Dadok Tunggul Hitam, Padang, Sumatera Barat, Selasa (25/11/2025). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO

Cuaca ekstrem di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang memicu longsor dan banjir, terjadi sebagai akibat Siklon Tropis Senyar. Bencana hidrometeorologi ini membuat puluhan orang tewas.

Siklon tropis adalah sistem badai bertekanan rendah yang berputar kencang, terbentuk di lautan hangat di daerah tropis, membawa angin kencang dan hujan lebat.

BMKG dalam pernyataannya mengungkapkan, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini di Sumatera terjadi akibat Bibit Siklon 95B yang terus menguat sehingga naik level menjadi Siklon Tropis Senyar.

"Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengimbau kepada pemerintah daerah untuk melakukan kesiagaan di wilayah terdampak agar mengantisipasi kejadian seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Para nelayan dan pengguna transportasi laut juga diminta untuk memperhatikan potensi gelombang tinggi yang membahayakan keselamatan,” ungkap BMKG dalam pernyataan tertulis, Kamis (27/11).

Banjir merendam permukiman warga di Aceh Besar, Rabu (26/11/2025). Foto: Dok. BPBD Aceh Besar

Dalam jumpa pers sebelumnya, Faisal mengatakan, Bibit Siklon 95B di kawasan Selat Malaka bagian timur Aceh, berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar per 26 November 2025 pukul 07.00 WIB.

Faisal menyampaikan kondisi ini meningkatkan suplai air di perairan hangat Selat Malaka yang memicu pertumbuhan awan konvektif di bagian utara Sumatera.

Saat ini Siklon Tropis Senyar berpusat di sekitar 5.0° LU dan 98.0° BT dengan tekanan udara minimum di pusat mencapai sekitar 998 hPa dan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 43 knot (80 km/jam).

Kondisi terkini banjir dan lonsor landa 11 kabupaten/kota di Sumut. Foto: Dok. Istimewa

“Dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar bergerak ke arah barat hingga barat daya dan masih di daratan Aceh dengan kecepatan pergerakan 4 knot (7 km/jam), sedangkan dalam 48 jam ke depan Siklon Tropis Senyar diperkirakan akan menurun intensitasnya menjadi Depresi Tropis,” kata Faisal dalam konferensi pers di Gedung Command Center MHEWS, BMKG, Jakarta, Rabu (26/11).

Kendati demikian, cuaca ekstrem tetap berpotensi terjadi sebagai dampak lanjutan, sehingga potensi dampak bencana hidrometeorologi masih harus diwaspadai terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat (Sumbar), dan sekitarnya pada 2-3 hari ke depan.

Hujan Ekstrem di Aceh dan Sumut

Kondisi terkini banjir dan longsor landa 11 kabupaten/kota di Sumut. Foto: Dok. Istimewa

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, Siklon Tropis Senyar memberikan dampak berupa hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di wilayah Aceh dan Sumut, hujan sedang-lebat di sebagian wilayah Sumbar dan Riau.

Selain itu, angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumut, Sumbar, Kep. Riau, dan Riau; serta gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di wilayah Selat Malaka bagian tengah, Perairan Sumatera Utara, dan Perairan Rokan Hilir. Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di wilayah Selat Malaka bagian utara, Perairan Aceh, dan Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisis perkembangan signifikan Bibit Siklon Tropis 95B yang teridentifikasi sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka. Foto: Dok. BMKG

BMKG mengatakan, pihaknya terus memantau dinamika atmosfer imbas sistem siklon tropis melalui TCWC (Tropical Cyclone Warning Center) Jakarta.

"Sejak berupa Bibit Siklon Tropis 95B, Siklon Tropis Senyar telah menunjukkan dampak bagi kondisi cuaca di kawasan Selat Malaka dan sekitarnya," ujarnya.