Simpan Rahasia Mencengangkan, Istri Penguasa Dubai Kabur ke London

Perdana Menteri Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum yang Emir Dubai menggugat istrinya Putri Haya binti al-Hussein.
Belum diketahui kasus hukum apa yang digugat penguasa Dubai itu terhadap istrinya tersebut. Sementara itu, Haya dikabarkan kabur London meninggalkan suaminya di Dubai.
Gugatan hukum tersebut saat ini telah disidangkan di Pengadilan Tinggi Urusan Keluarga London. Rencananya, sidang lanjutan gugatan akan digelar pada 30 dan 31 Juli mendatang.
Pengadilan Tinggi telah mengkonfirmasi mengenai tanggal persidangan akhir Juli mendatang. Namun, mereka menolak membeberkan siapa pihak penggugat maupun tergugat.
"Kasus ini terakhir kali disidangkan pada 22 Mei 2019 oleh Hakim Moor, kasus itu akan kembali dihadapkan ke ketua pengadilan tinggi pada 30 Juli mendatang," sebut keterangan Pengadilan Tinggi London seperti dikutip dari CNN, Jumat (5/7).
Haya merupakan istri keenam Emir Dubai itu. Ia adalah anak dari Raja Yordania, mendiang Raja Hussein. Sejak menikah dengan Mohammed bin Rashid pada 2004 lalu mereka dikaruniai dua orang anak yaitu Sheikha Al Jalila dan Sheikh Zayed.
Dilansir BBC, pada 2019 rumah tangga Mohammed bin Rashid dan Haya diguncang isu tak sedap. Haya pun dilaporkan sempat kabur menuju Jerman untuk meminta suaka.
Kini, Haya dikabarkan tinggal di salah satu rumah mewah di Kensington Palace Gardenes di pusat kota London. Sebelum digugat oleh suaminya, Haya terlebih dulu mengajukan gugatan.
Alasan kaburnya Haya dari kehidupan mewah di Dubai diduga kerat kaitannya dengan putri Mohammed bin Rashid dengan salah satu istri lainnya, Sheikha Latifa.
Beberapa waktu lalu Sheikha Latifa mencoba kabur dari Dubai. Lewat bantuan seorang warga Prancis ia berhasil melarikan diri lewat laut, sayangnya dekat pantai di India, pasukan militer mencegat kapal yang membawa Sheika Latifa, perempuan tersebut dibawa kembali ke Dubai.
Usai kejadian itu, Putri Haya diketahui mengetahui fakta-fakta mencengangkan serta kontroversial soal kaburnya Sheika Latifa. Hal itu membuat Haya mendapat tekanan dan perlakuan buruk oleh keluarga kerajaan.
Sumber dekat Haya di London menyebut, sang Putri kini diliputi ketakutan. Ia cemas akan diculik oleh dibawa pulang ke Uni Emirat Arab.
