Simulasi 3 Capres SMRC: Ganjar Unggul, Anies dan Prabowo Imbang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.  Foto: AFP dan Pemprov Jawa Tengah dan DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. Foto: AFP dan Pemprov Jawa Tengah dan DKI Jakarta

Nama Gubernur DKI Anies Baswedan, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selalu masuk dalam tiga besar elektabilitas kandidat Capres 2024.

Dalam survei simulasi tiga calon yang dilakukan SMRC, Ganjar kembali menjadi kandidat capres yang mendapat elektabilitas tertinggi.

"Ganjar dapat dukungan 44,6%, unggul signifikan dari Prabowo 25,7% dan Anies 21,7%," ungkap Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam rilis survei bertajuk 'Prospek Anies Baswedan di Pilpres 2024' yang digelar secara virtual, Kamis (8/9).

Berdasarkan hasil itu, Deni memberikan tiga catatan. Yang pertama, Ganjar secara statistik unggul dibandingkan Prabowo dan Anies, dan selisihnya lebih dari dua kali margin of error.

"Kedua, Prabowo dan Anies secara statistik [perbedaannya] tidak signifikan. Selisihnya cuma 4%. Jadi tidak bisa disimpulkan secara meyakinkan apakah Prabowo yang unggul atas Anies dan sebaliknya. Dan masih ada 8% yang menyatakan belum menjawab. Kalau bisa dicari maksimal salah satu calon bisa mempengaruhi elektabilitas Prabowo dan Anies," jelasnya.

kumparan post embed

Sementara catatan yang ketiga, tidak ada satu pun calon yang mendapatkan suara dukungan di atas 50%. Padahal ketentuan pemilu, seseorang baru dinyatakan sebagai penenang ketika salah satu calon mendapat suara di atas 50%.

"Padahal aturan mainnya menang bila dapat suara lebih dari 50%. Kalau kemungkinan tiga calon ini bersaing atau pemilu dilakukan sekarang, kemungkinan ada putaran kedua," tuturnya.

Sementara jika putaran kedua dilakukan dengan skenario Anies melawan Ganjar, Deni mengatakan Anies kalah.

"Anies mendapat 32,6% suara sementara Ganjar dapat 56,4%. Masih ada 11% yang undecided. Artinya Ganjar sudah mendapat lebih dari 50% kalau dua calon bersaing dan signifikan secara statistik lebih dari 50%," ujarnya.

Sementara jika putaran kedua diikuti Anies dan Prabowo, tidak ada perbedaan signifikan karena Anies mendapat suara 38% dan Prabowo 41,5%.

"Dan ada 20,4%. Bedanya enggak signifikan. Artinya bisa jadi yang unggul Prabowo dan Anies. Jadi bisa dikatakan terbuka peluang Anies bisa jadi presiden jika yang bersaing dalam pilpres adalah Anies lawan Prabowo," ungkapnya lagi.

"Tapi kalau yang bersaing Ganjar-Anies, terlihat berat menghadapi Ganjar dan konsisten dengan paparan di awal bahwa Anies likeability-nya di bawah Ganjar Pranowo," pungkasnya.