Singapura Beri Subsidi Warganya yang Pernapasannya Terdampak Karhutla

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkes Singapura Ong Ye Kung. Foto: Facebook/Ong Ye Kung
zoom-in-whitePerbesar
Menkes Singapura Ong Ye Kung. Foto: Facebook/Ong Ye Kung

Pemerintah Singapura memberi subsidi bagi warganya yang pernapasannya terganggu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Negara itu terdampak asap dari api yang berasal dari sejumlah wilayah seperti Sumatera dan Kalimantan.

Dilansir AFP, pemerintah Singapura menyebutkan sejumlah penyakit yang diberi subsidi.

"Rinitis alergi, asma, bronkitis, konjungtivitis, penyakit paru obstruktif kronis, infeksi saluran pernapasan atas, dan komplikasinya," menurut pernyataan Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung lewat situs resmi Kementerian Kesehatan Singapura, dikutip, Selasa (13/10).

Dengan subsidi ini, masyarakat Singapura hanya membayar maksimal 10 dolar Singapura, atau setara Rp 140 ribu. Lalu, ada untuk warga yang berusia 67 tahun ke atas, mereka hanya diminta membayar 5 dolar Singapura.

Lewat keterangannya, negara kota tersebut terakhir kali mengaktifkan skema subsidi kabut asap pada 2015, ketika asap dari kebakaran hutan menyelimuti Asia Tenggara dengan asap beracun selama berminggu-minggu. Kondisi itu meningkatkan jumlah penyakit serta menyebabkan penutupan sekolah dan pembatalan penerbangan.

Kawasan Marina Bay Sands terselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia, terlihat dari Singapura, Selasa (13/10/2026). Foto: Kokkai Ng/REUTERS

Ye Kung juga menjelaskan bahwa kondisi ini belum akan membaik pada beberapa pekan ke depan.

"Saat ini kita masih berada dalam musim antarmonsun, yang berarti kondisi angin dan hujan belum banyak berubah. Jadi, kemungkinan kondisi kabut asap ini akan berlangsung selama beberapa minggu ke depan. Dalam beberapa hari terakhir, kondisinya memburuk dan saya kira kabut asap ini sangat mungkin bertahan selama beberapa minggu lagi," kata Ye Kung.

Selain itu, Kongres Serikat Pekerja Nasional Singapura pada Senin (12/10) mengumumkan bahwa pekerja transportasi umum dan kurir dapat menerima masker N95 gratis.

Yeo Wan Ling, Asisten Sekjen Kongres Nasional Serikat Pekerja mengatakan Serikat Pekerja Transportasi Nasional akan membuka kantin di 30 simpang dan terminal bus agar para pengemudi dapat mengisi ulang botol air minum dan beristirahat.