Singapura Larang Guru Gunakan Zoom Usai Insiden Gambar Cabul

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Video conference menggunakan Zoom. Foto: Dok. Zoom
zoom-in-whitePerbesar
Video conference menggunakan Zoom. Foto: Dok. Zoom

Pemerintah Singapura resmi melarang guru untuk menggunakan aplikasi telekonferensi video, Zoom, sebagai fasilitas mengajar online.

Kebijakan itu diambil Menteri Pendidikan usai insiden serius pada pekan lalu. Peristiwa itu terjadi ketika guru tengah mengajar mata pelajaran Geografi, lalu tiba-tiba muncul gambar cabul dan video pria berkomentar cabul kepada gadis remaja.

Saat ini, Singapura tengah memberlakukan 'semi-lockdown' guna mengikis penyebaran virus corona. Selain ditutupnya perkantoran, pemerintah juga meliburkan anak-anak sekolah.

CEO Zoom Eric S. Yuan. Foto: Carlo Allegri/Reuters

“Ini permasalahan yang serius. Kementerian Pendidikan tengah melakukan investigasi dan akan membuat laporan polisi jika terbukti. Sebagai tindakan preventif, guru-guru dilarang menggunakan Zoom sampai masalah keamanan ini terselesaikan,” ujar Dirjen Pendidikan dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Aaron Loh, seperti dikutip Reuters, Jumat (10/4).

Loh mengatakan pihaknya akan memberikan petunjuk kepada para guru terkait dengan protokol keamanan dalam mengajar. Para guru tersebut kini dilarang membagikan tautan meeting kepada anak-anak murid di kelas.

Aplikasi Zoom untuk mobile. Foto: Dok. Zoom

Pada belakangan ini, Zoom menjadi perhatian khalayak setelah diketahui ribuan video bocor di jagat maya. Taiwan dan Jerman lebih dulu melarang penggunaan Zoom di negaranya sebagai imbas rentannya keamanan aplikasi ini.