Singapura Putuskan Tak Kirim Jemaah Haji 2021
·waktu baca 2 menit

Singapura memutuskan untuk tidak mengirim jemaah haji 2021. Keputusan ini berkaitan dengan masih tingginya angka penularan virus corona.
Keputusan Singapura ini diumumkan oleh Majelis Agama Islam Singapura (MUIS).
“MUIS, dengan persetujuan Komite Fatwa, telah membuat keputusan penangguhan haji bagi jemaah haji Singapura hingga tahun berikutnya untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan para jemaah,” ungkap MUIS di akun medsosnya seperti dikutip kumparan, Jumat (28/5).
MUIS menyitir pendapat ahli medis setempat, Dr Faizal Kassim, tentang lonjakan kasus COVID-19 di banyak negara.
“Kecepatan dan jumlah yang telah divaksinasi COVID-19 di tiap negara juga berbeda. Dengan demikian, ini pasti akan meningkatkan risiko penularan terutama saat perjalanan masif seperti haji. Hal yang penting bagi kita adalah memastikan jemaah lokal kita tetap aman,” tulis MUIS.
Ustaz Fathurrahman Dawoed dari Komite Fatwa menyatakan, pihaknya merekomendasikan penangguhan haji 2021 untuk menjaga keselamatan setiap orang.
“Ketika jemaah kembali ke Singapura dari ibadah haji, masyarakat di Singapura bisa jadi akan terpapar bahaya dan virus. Jika kita melihat situasi terkini tahun ini, COVID-19 masih marak bahkan lebih parah di beberapa negara. Munculnya varian-varian baru mulai menyebar sementara angka kematian akibat COVID-19 telah meningkat di seluruh dunia," ungkapnya.
"Oleh karena itu, fatwa yang dikeluarkan pada tahun 2020 masih relevan dan berlaku untuk penangguhan haji pada tahun 2021,” tegasnya.
900 Jemaah Dijadwal Ulang Tahun 2022
Tahun 2020, Singapura mendapat kuota haji 900 jemaah. Kala itu, sebelum Arab Saudi mengumumkan meniadakan haji untuk jemaah asing, Singapura telah lebih dulu memutuskan tidak akan mengirim jemaah haji. Jemaah haji 2020 dialihkan untuk haji 2021.
Namun, untuk tahun 2021 Singapura kembali meniadakan haji sehingga 900 jemaah itu otomatis dijadwal ulang untuk haji 2022.
“MUIS berharap keputusan ini bisa membantu meredakan kecemasan jamaah dan keluarganya,” ungkap MUIS.
Sementara itu, Arab Saudi hingga kini belum mengumumkan secara resmi pelaksanaan haji 2021. Namun, surat edaran Kemenkes Saudi yang viral menyatakan haji 2021 akan diikuti 60 ribu jemaah dengan rincian 15 ribu jemaah dalam negeri dan 45 ribu jemaah luar negeri.
Indonesia berharap bisa mengirimkan jemaah haji tahun ini. Persiapan telah dilakukan, termasuk merancang alur pergerakan jemaah dan melobi Arab Saudi agar mengizinkan penerima vaksin Sinovac berangkat haji.
