Sistem Imun Jadi Faktor Krusial dalam Mencegah Tubuh Terpapar Virus Corona

Penanganan virus corona di Indonesia sudah memasuki bulan ke-8. Selama itu pula, para tenaga medis menerima pasien positif corona dari gejala ringan hingga gejala berat.
Dokter UGD, dr. Gia Pratama, membagikan pengalamannya selama menangani pasien positif corona. Salah satu hal yang sering disampaikan kepada pasien adalah bagaimana caranya menjaga sistem imun tubuh tetap baik sehingga bisa membantu mempercepat pemulihan.
"Jadi saya bilang kalau virus ini juga akan kalah sama daya tahan tubuh kita sendiri. Biarlah bapak ibu tidak usah fokus sama penyakitnya. Biarkan dokter-dokter yang fokus sama penyakitnya. Bapak atau ibu fokus sama dirinya sendiri, jaga kesehatannya, minum airnya, makanannya semua. Itu yang saya sampaikan," kata dr. Gia dalam webinar 'Antara Pengobatan dan Pencegahan: Pilih Mana?', Jumat (13/11).
dr. Gia mengatakan ada rumus yang mudah untuk diingat untuk mengetahui seberapa besar risiko seseorang terinfeksi virus. Rumus itu adalah Risiko Infeksi = Jumlah Virus dibagi Imunitas Tubuh. Melalui rumus tersebut, kata dia, daya tahan tubuh seseorang menjadi faktor penting pemulihan dari virus corona.
"(Peran daya tahan tubuh) krusial. Jadi bagaimana cara kita menurunkan risiko infeksi adalah dengan menurunkan jumlah virus dan menaikkan imunitas tubuh," ungkapnya.
Untuk menaikkan imunitas tubuh, lanjutnya, sudah sering disosialisasikan dengan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman. Namun selain dengan 3M, masyarakat harus menjaga imunitas tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat.
"Tapi imunitas tubuh itu tiga kaki, seperti kamera ada tiga kakinya. Kaki pertama nutrisi yang cukup, yang baik. Makro nutrisi, vitamin, dan mineralnya harus komplet. Sayur sama buah harus sehari-hari. Gorengan tidak boleh tiap hari," ungkap dr. Gia.
Kaki yang kedua adalah tidur yang cukup. Ia mengungkapkan, menurut penelitian waktu tidur yang baik adalah 6-7 jam/hari.
"Ini gara-gara banyak WFH jadi sering begadang nonton Netflix dan lain-lain," canda dr Gia.
Penelitian terbaru manusia itu paling bagus 6-7 jam tidurnya, (tidur) di awal sebelum jam 11 (malam) dan bangun sebelum jam 5 (pagi) itu yang paling baik. Itu sudah ribuan sampelnya.
--Dokter Gia Pratama
"Yang ketiga adalah olahraga rutin. Ini yang banyak enggak dilakukan saat WFH. Padahal ada olahraga yang tidak bergerak, itu di antaranya plank. Jangan jadi kaum rebahan aja. Rebahannya sambil plank," sarannya.
