Siswa Jatuh dari Lantai 4 saat Mau Merokok, Heru Ancam Freeze KJP Perokok
·waktu baca 2 menit

Siswa SMPN 132 Cengkareng berinisial D yang jatuh dari lantai 4 sekolahnya awal Oktober lalu menjadi keprihatinan banyak pihak. Terlebih, D jatuh karena hendak merokok lewat jendela.
Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengingatkan orang tua hingga kepala sekolah meningkatkan pengawasan anak.
"Soal siswa jatuh, peran guru, peran orang tua murid, peran kepala sekolah, semuanya berperan untuk ngawasin anak-anak dan murid kita," kata Heru dalam bincang dengan media di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (18/10).
"Kan kemarin tuh kecelakaan karena mereka mau merokok ya, ngumpet-ngumpet ingin merokok. Ini ya peran orang tua (penting)," tegasnya.
Heru pun mengancam akan mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) siswa yang merokok. Ia mengatakan lebih baik KJP tersebut dialihkan bagi siswa yang betul-betul membutuhkan.
"Saya pertama kali di sini kan saya sudah sampaikan, hati-hati banyak siswa yang merokok. Kepala sekolah harus bisa mendapatkan hal itu. Kita freeze KJP kalau dia beli rokok bisa," ujar Heru.
"Logikanya aja ya dia beli rokok bisa, tapi di sisi lain dia tercatat sebagai warga yang tidak mampu, kita kasih KJP, tapi dia ngerokok sanggup. Lebih baik KJP itu saya berikan kepada anak-anak yang memang tidak mampu dan tidak merokok," tambah dia.
Tak lama sebelum kasus D, siswi kelas 6 berinisial SR juga lompat dari lantai 4 gedung sekolah itu, Selasa (26/9), lalu. Polisi masih menyelidiki penyebab SR melompat.
Terkait hal ini, Heru memastikan Disdik DKI akan meningkatkan keamanan gedung-gedung sekolah.
"Nanti diamankan. PR-nya Pak Kadis itu. Semua kepala sekolah kan ada ada perawatan biaya perawatan ada BOP (Biaya Operasional Pendidikan) kan," kata Heru.
"Pak Kadis sudah mengeluarkan surat edaran, mengimbau untuk yang rawan terhadap kecelakaan diperbaiki," tandasnya.
