Siswa MAN 3 Padang Diduga Ledakkan Bom di Sekolah Belajar Rakit dari YouTube

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Barang-barang yang diamankan oleh kepolisian dalam kasus ledakan yang terjadi di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). Foto: ANTARA/HO-Densus 88 Antiteror Polri
zoom-in-whitePerbesar
Barang-barang yang diamankan oleh kepolisian dalam kasus ledakan yang terjadi di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). Foto: ANTARA/HO-Densus 88 Antiteror Polri

Siswa MAN 3 Padang yang diduga meledakkan bom di sekolah belajar merakit bom dari internet. Ledakan diduga bom rakitan itu terjadi di lingkungan sekolah pada Selasa (14/7).

"Dia mempelajari lewat internet, YouTube, kita mempelajari seperti itu," Kapolresta Padang, Kombes Pol. Apri Wibowo kepada wartawan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, siswa berinisial R, yang duduk di kelas XII itu diduga nekat melakukan aksinya karena menyimpan dendam akibat menjadi korban perundungan atau bullying.

Hasil pemeriksaan mengarah pada dugaan bahwa aksi tersebut dipicu oleh rasa sakit hati yang telah lama dipendam pelaku.

Bom rakitan itu diduga sengaja dibuat untuk melukai teman yang selama ini diduga melakukan perundungan terhadap dirinya. "Bom rakitan itu diduga sengaja diledakkan untuk mencelakai temannya yang sering membully dirinya," ungkap Apri.

R mengaku telah mengalami perundungan sejak duduk di bangku kelas IX.

Tim Gabungan melakukan pengecekan lokasi ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Selasa (14/7/2026). Foto: kumparan

Adapun ledakan terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. Ledakan yang cukup keras berasal dari dalam laci meja di salah satu ruang kelas bagian luar sekolah.

"Alhamdulillah, setelah kami lakukan pengecekan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata Apri.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan rencana aksi pelaku. Di dalam tas milik R ditemukan sebuah ketapel, kelereng, serta bahan yang diduga merupakan bom rakitan.

Polisi menyebut satu bom rakitan telah meledak, sementara satu lainnya masih ditemukan dalam kondisi utuh dan kini diamankan sebagai barang bukti.