Siswa MAN 3 Padang Terduga Peledak Bom di Sekolah Pendiam dan Jarang Masuk Kelas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim Gabungan melakukan pengecekan lokasi ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Selasa (14/7/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tim Gabungan melakukan pengecekan lokasi ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Selasa (14/7/2026). Foto: kumparan

Pihak sekolah MAN 3 Padang mengungkapkan siswa berinisial R, terduga peledak bom rakitan, dikenal sebagai pribadi yang pendiam.

Belakangan muncul informasi bahwa R diduga menjadi korban perundungan hingga membuat dia nekat melakukan aksi peledakan bom rakitan itu.

Pihak sekolah menyatakan tidak pernah menerima laporan bullying langsung dari yang bersangkutan.

Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan selama ini R tidak pernah menyampaikan kepada guru maupun pihak sekolah bahwa dirinya mengalami bullying.

"Dia tidak pernah melapor kalau dirinya kena bully," ujar Marliza kepada awak media, Selasa (14/7)

Menurutnya, permasalahan yang selama ini menjadi perhatian sekolah justru berkaitan dengan tingkat kehadiran R yang rendah.

Berdasarkan laporan wali kelas, R tercatat cukup sering tidak masuk sekolah sehingga pihak sekolah sempat memanggil orang tuanya.

"Anak ini dari laporan wali kelas memang sering tidak masuk sekolah. Orang tuanya pernah dipanggil dan diminta bersama-sama melakukan perbaikan, terutama terhadap nilai semester dua yang belum tuntas," katanya.

Marliza menjelaskan, sekolah selama ini telah menjalankan berbagai upaya pencegahan dan penanganan perundungan melalui kegiatan Bimbingan dan Konseling (BK).

Tim Gabungan melakukan pengecekan lokasi ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Selasa (14/7/2026). Foto: kumparan

Namun, R tidak pernah menyampaikan keluhan atau pun laporan bahwa dirinya menjadi korban bullying.

"Program BK tetap berjalan. Namun anak ini tidak pernah melapor kepada kami bahwa dirinya pernah mengalami bullying," jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum insiden yang terjadi pada hari ini, R tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran disiplin maupun terlibat dalam kasus kenakalan lainnya di lingkungan sekolah.

"Kasus anak ini selama ini hanya terkait sering tidak masuk sekolah dan nilai yang belum tuntas. Sebelum kejadian hari ini, anak ini tidak pernah memiliki riwayat kenakalan atau kasus lainnya. Baru kali ini terjadi," tuturnya.