Siswa Meninggal Pakai Sepatu Kekecilan: Badan Kurus, Tak Bawa ke RS Sulit Biaya
·waktu baca 2 menit

Mandala (16), siswa SMK yang meninggal dunia usai mengalami sakit pada kakinya sempat mengalami kondisi kesehatan yang kian memburuk. Tubuhnya semakin kurus akibat peradangan di kakinya.
Bengkak dikaki itu diduga akibat penggunaan sepatu sekolah yang tidak sesuai ukuran atau kekecilan. Ukuran sepatu Mandala harusnya 45 tetapi dia tetap memakai sepatu nomor 43 karena tidak punya uang untuk membeli sepatu baru.
Keluarga juga tidak membawa Mandala ke rumah sakit karena keterbatasan biaya. Ia hanya dirawat seadanya.
“Tidak sempat dibawa ke rumah sakit. Katanya terkendala biaya dan BPJS juga menunggak,” kata Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur, Rina Zinnun, Selasa (5/5).
Ibu korban diketahui berjualan makanan ringan secara keliling dengan berjalan kaki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, dalam kondisi tertentu, keluarga hanya mampu makan satu kali sehari.
Rina juga menyebut bahwa pihak sekolah sempat memberikan bantuan kepada korban, baik sebelum maupun setelah meninggal dunia. Bantuan tersebut antara lain berupa dana serta fasilitas ambulans hingga proses pemakaman.
Namun, terkait bantuan sebelumnya untuk pengobatan alternatif, Rina mengaku tidak terlibat langsung karena peristiwa tersebut telah berlangsung cukup lama.
Menurut Rina, penyebab pasti kematian korban tidak dapat dipastikan secara medis karena tidak ada pemeriksaan lanjutan. Namun, ia menyoroti rangkaian kondisi yang berawal dari hal sederhana hingga berujung fatal.
“Bukan berarti sepatu sempit langsung menyebabkan kematian, tetapi dari situ muncul masalah kesehatan lain yang tidak tertangani,” tegasnya.
