Siswa SD di Bojonegoro Tak Sengaja Telan Paku Saat Rakit Gasing: Batuk Berdarah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paku pines. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Paku pines. Foto: Istimewa

Seorang siswa kelas 2 SD Negeri Cengungklung, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, berinisial AT, tanpa sengaja menelan paku payung (paku pines) saat merakit gasing dari bahan penghapus di rumahnya, Minggu (14/9).

Peristiwa bermula ketika AT berusaha mencabut paku yang menancap di penghapus dengan menggunakan giginya. Paku itu menjadi "poros gasing" sehingga penghapus dapat berputar.

Darim dan anaknya yang menelan paku. Foto: Istimewa

"Cabutnya pakai gigi, tapi tiba-tiba tubuhnya tersenggol oleh temannya, sehingga paku tersebut tertelan," kata Darim, ayah dari AT.

AT segera memberi tahu orang tuanya, yang kemudian membawanya ke RSUD Bojonegoro.

"Pertama ke perawat di sini, terus disuruh ke RSUD Bojonegoro, langsung ditangani," ujar Darim.

Dari hasil pemeriksaan awal menggunakan rontgen, paku terlihat berada di area tenggorokan dan membuat AT sempat batuk disertai darah.

Hasil rontgen anak yang tanpa sengaja menelan paku. Foto: Istimewa

Karena berisiko tinggi, pihak rumah sakit merujuk AT ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Di rumah sakit rujukan, hasil pemeriksaan menunjukkan posisi paku pines berpindah ke paru-paru, sehingga tim medis bersiap melakukan operasi.

Kemudian, saat pengecekan ulang menjelang tindakan, paku sudah tidak berada di paru-paru, melainkan bergeser ke saluran makanan. Kondisi ini membuat prosedur penanganan dapat dilakukan tanpa operasi.

Darim memastikan anaknya kini dalam pemantauan ketat tim medis di RSUD dr. Soetomo. "Kondisinya baik-baik saja, Alhamdulillah," katanya.

Suasana SDN Cengungklung, Kabupaten Bojonegoro. Foto: Istimewa
Suasana rumah siswa SD yang tanpa sengaja menelan paku. Foto: Istimewa