Siswa SD di Sragen Ditemukan Tewas Penuh Luka di Rumahnya, Polisi Selidiki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ditreskrimum Polda Jateng melakukan olah TKP penemuan jasad bocah kelas 4 SD di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jumat (5/6/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ditreskrimum Polda Jateng melakukan olah TKP penemuan jasad bocah kelas 4 SD di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jumat (5/6/2026). Foto: Dok. Istimewa

Polres Sragen memeriksa tiga orang saksi dalam kasus seorang anak perempuan berinisial B (11) yang ditemukan tewas di rumahnya di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jumat, (5/6).

B ditemukan dengan kondisi penuh luka akibat senjata tajam di wajah dan tangan.

Sementara itu, olah TKP ulang dilakukan bersama Ditreskrimum Polda Jateng, Sabtu (6/6).

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, mengatakan Reskrim Polres Sragen dan Ditreskrimum Polda Jateng melakukan pendalaman dengan olah TKP kembali.

Kemudian tiga orang saksi diperiksa dalam kasus ini.

“Kami tim dari reskrim Polres Sragen dan Ditreskrimum Polda Jateng lakukan pendalaman dan lakukan olah TKP kembali. Dan mohon doanya masyarakat semoga kasus ini segera terungkap. Untuk saksi sudah ada empat orang saksi diperiksa sejak Jumat malam,” ujar Dewiana, Sabtu (6/6).

Ia mengatakan pihaknya memperkirakan waktu kejadian dugaan kekerasan tersebut berlangsung pada siang hari.

"Kalau berkaitan dengan kronologi kejadian itu berkisar pukul 10.00 sampai 10.30 WIB. Namun demikian nanti akan kita dalami termasuk dari hasil penanganan Bidokkes Polda Jateng dalam rangka penanganan jenazah itu," dia.

Kasatreskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudho Praseno, menyebut ada temuan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban yang mengarah kuat pada dugaan tindak pidana pembunuhan.

"Kami sekarang masih di TKP lagi atas adanya peristiwa ditemukannya seorang anak perempuan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah rumah milik orang tua korban, yang mana ada temuan tanda-tanda kekerasan," katanya.

Disinggung mengenai motif dan kemungkinan adanya aksi perampokan, pihak kepolisian menegaskan masih melakukan pendalaman materiil. Kendati demikian, polisi membenarkan adanya barang milik korban yang hilang dari lokasi kejadian.

“Kami belum bisa ungkap barang milik korban yang hilang karena pihak penyidik masih melakukan perekapan," pungkasnya.