Siswa SD Duel Baku Hantam di Musala di Cianjur, Diduga Terpengaruh Medsos

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan layar video viral duel siswa SD di Cianjur. Dok: Ist.
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar video viral duel siswa SD di Cianjur. Dok: Ist.

Duel satu lawan satu dilakukan sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ibu Jenab 2, Cianjur, Jawa Barat. Aksi kekerasan itu direkam dan videonya viral media sosial.

Dalam video berdurasi 3 menit 21 detik itu tampak dua kelompok siswa berseragam pramuka dan pakaian olahraga itu berduel dan saling hantam di ruang musala di lantai dua sekolah itu.

Kepala SDN Ibu Jenab 2, Tita Rosita, mengatakan akan segera mengumpulkan guru, murid, dan orang tua murid untuk menindaklanjuti kasus kekerasan tersebut.

"Saya selaku KS (kepala sekolah) akan menindaklanjutinya. Besok (Senin), kami akan memanggil guru, siswa, dan orang tua untuk mengklarifikasi," kata Tita kepada wartawan, Minggu.

Tita menyebutkan, aksi kekerasan yang dilakukan anak didiknya itu diduga terjadi Sabtu (28/9) saat jam istirahat.

"Jika lihat seragam Pramuka dan olahraga yang dikenakan, dipastikan itu kejadian Sabtu. Tapi, kemarin tidak ada laporan terkait kejadian ini," jelasnya.

Diduga Terpengaruhi Medsos

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Arifin, mengungkap telah berkoordinasi dan komunikasi dengan kepala sekolah itu untuk segera mengambil tindakan.

"Pihak sekolah sudah mengakui, betul itu siswa mereka. Katanya anak-anak pada main-main, bercanda, dan sebagainya. Tapi karena lihat videonya identik dengan kekerasan dan perkelahian, meskipun di akhir video tampaknya mereka tertawa," jelas Arifin.

Arifin mengungkapkan, aksi kekerasan yang dilakukan para siswa itu diduga pengaruh negatif dari tontonan di media sosial.

"Mungkin saja meniru dari sana. Medsos itu bisa memberikan pengaruh positif atau negatif. Makanya kerap kali menyarankan pada pendidik untuk mengawasi jangan sampai peserta didik menggunakan gawai untuk main medsos," ujarnya.