Siswa Secata TNI AD Meninggal, Kondisinya Tergantung di Pohon

Siswa pendidikan Sekolah Calon Tamtama (Secata) berinisial GGG ditemukan tewas di lingkungan Rindam I Bukit Barisan di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada Senin (20/7) sekitar pukul 04.00 WIB.
Kapendam I Bukit Barisan (Kodam I BB), Kolonel Inf Sandy menjelaskan bahwa GGG sebelumnya diketahui tidak hadir pada kegiatan rutin senam pagi. Sehingga satuan segera melaksanakan pengecekan dan pencarian di lingkungan Secata Rindam I BB.
Kemudian GGG ditemukan tergantung di pohon di sekitar lingkungan Rindam I BB, dalam keadaan tewas.
"Pada pukul 10.25 WIB, yang bersangkutan ditemukan dalam keadaan telah tergantung di salah satu pohon di lingkungan belakang Secata Rindam I BB, serta kondisinya meninggal dunia," kata Sandy saat dikonfirmasi, Jumat (24/7).
Sandy menuturkan, berdasarkan hasil penyelidikan tim investigasi pihak Kodam I Bukit Barisan bersama pihak RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, siswa berinisial GGG meninggal akibat bunuh diri serta tidak ditemukan tanda kekerasan.
"Hasil autopsi siswa GGG akibat bunuh diri serta tidak ditemukan adanya tindakan ataupun bekas-bekas kekerasan atau penganiayaan," ujar Sandy.
Maka dari itu, pihak Kodam I Bukit Barisan mengajak seluruh pihak untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya siswa tersebut.
"Oleh karena itu, Kodam I BB mengajak seluruh pihak untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya siswa berinisial GGG. Sebab, hasil penyelidikan Tim investigasi menyebutkan bahwa penyebab meninggalnya adalah bunuh diri," ucap Sandy.
Menurut Sandy, peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi Kodam I Bukit Barisan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan di lingkungan pendidikan TNI AD.
"TNI AD khususnya Kodam I BB senantiasa berkomitmen untuk memberikan pembinaan dan pengawasan yang optimal kepada seluruh peserta didik selama menjalani pendidikan," ucap Sandy.
Sandy mengatakan, penyebab siswa tersebut meninggal dunia masih didalami oleh Tim Investigasi.
"Terkait penyebab atau motivasi almarhum mengakhiri hidupnya masih didalami oleh Tim Investigasi. Selain itu juga, dari hasil penyelidikan disebutkan bahwa almarhum merupakan orang yang pendiam," kata Sandy.
Pihak keluarga telah mengetahui siswa GGG meninggal dunia dan memberikan izin untuk dilakukan autopsi.
Jenazah almarhum kemudian diberangkatkan dari RSUD Djasamen Saragih ke kediamannya di Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (21/7).
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Kodam I Bukit Barisan berkomitmen untuk menangani peristiwa ini secara profesional, objektif, dan transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati privasi keluarga yang ditinggalkan," pungkas Sandy.
