Siswa SMA di Bener Meriah Aceh Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Sekolah Telusuri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Seorang siswa SMAN Unggul Binaan Bener Meriah, Provinsi Aceh, diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sejumlah kakak kelasnya pada Sabtu (22/8).

Peristiwa tersebut mencuat setelah sebuah video yang diduga merekam aksi perundungan beredar di media sosial. Di dalam rekaman itu, korban terlihat terbaring di tanah dan dipukul berulang kali pada bagian wajah. Korban juga terlihat mendapat tendangan di bagian kepala.

Berdasarkan informasi awal, terduga pelaku diperkirakan berjumlah dua hingga tiga orang. Sejumlah siswa lainnya yang berada di lokasi terlihat hanya menyaksikan kejadian tersebut.

Akibat kejadian itu, korban dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Hingga kini, identitas korban maupun terduga pelaku belum diketahui secara pasti.

SMAN Unggul Binaan Bener Meriah, Provinsi Aceh, diduga menjadi seorang siswa jadi korban pengeroyokan yang dilakukan sejumlah kakak kelasnya pada Sabtu (22/8/2026). Foto: Dok. kumparan

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN Unggul Binaan Bener Meriah, Amdi Kesuma, membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, ia menegaskan kejadian berlangsung di luar jam sekolah.

“Benar, kejadiannya di luar jam sekolah. Karena hari ini Minggu, kami belum memonitor pasti siapa saja pelakunya dan masih kami dalami,” ujar Amdi saat dikonfirmasi, Minggu (23/8).

SMAN Unggul Binaan Bener Meriah, Provinsi Aceh, diduga menjadi seorang siswa jadi korban pengeroyokan yang dilakukan sejumlah kakak kelasnya pada Sabtu (22/8/2026). Foto: Dok. kumparan

Menurut Amdi, pihak sekolah telah melakukan penelusuran sejak malam setelah kejadian. Sekolah juga telah berkomunikasi dengan keluarga korban maupun keluarga terduga pelaku untuk mengetahui persoalan yang terjadi.

Pihak sekolah berencana menjenguk korban yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi korban sekaligus menggali kronologi kejadian.

“Ini kami para dewan guru rencana menjenguk korban yang saat ini sudah di rumah sakit. Informasi lebih lanjut nanti akan kami sampaikan lagi,” katanya.

Pihak sekolah menyatakan masih mendalami kasus tersebut, termasuk memastikan identitas siswa yang terlibat dan kronologi lengkap kejadian.