Siswa SMA di Pekanbaru Di-bully lalu Dikeroyok: Hidung Patah, Mata Lebam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ferly Landra Savero, siswa kelas 1 SMA Negeri 9 Kota Pekanbaru, Riau, korban bullying dan pengeroyokan oleh sesama siswa. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ferly Landra Savero, siswa kelas 1 SMA Negeri 9 Kota Pekanbaru, Riau, korban bullying dan pengeroyokan oleh sesama siswa. Foto: Dok. Istimewa

Ferly Landra Savero, siswa kelas 1 SMA Negeri 9 Kota Pekanbaru, Riau, menjadi korban bullying (perundungan) hingga pengeroyokan oleh sesama siswa. Korban mengalami patah hidung hingga memar di bagian mata sebelah kiri.

“Anak saya saat ini dirawat di rumah sakit,” kata orang tua korban, Lisa, Rabu (17/9).

Awalnya, korban dilempar dengan sebuah pena oleh seorang murid. Tak lama berselang, ia didorong beberapa orang hingga terjatuh.

Korban pun ditantang duel di Jalan Diponegoro. Di lokasi tersebut, korban akhirnya dikeroyok.

“Bahkan sebelumnya, anak saya sempat didorong hingga jatuh ke dalam parit saat mengambil air wudu di sekolah. Dari rangkaian kejadian itu, hidungnya patah, mata kirinya lebam parah sampai pandangannya kabur,” ujarnya.

Ferly Landra Savero, siswa kelas 1 SMA Negeri 9 Kota Pekanbaru, Riau, korban bullying dan pengeroyokan oleh sesama siswa. Foto: Dok. Istimewa

Akibat luka yang cukup serius, korban harus menjalani operasi medis. “Sekarang masih dalam tahap pemulihan,” kata dia.

Namun hingga kini, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak sekolah. “Sekolah hanya sekadar menanyakan kondisi anak saya lewat WhatsApp. Tidak ada penjelasan atau sikap tegas dari pihak sekolah,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban resmi melaporkan dugaan pengeroyokan ini ke Polresta Pekanbaru.

Sementara itu, pihak sekolah SMA Negeri 9 Pekanbaru, saat didatangi kumparan, belum mau memberikan tanggapannya terkait kejadian tersebut.