Siswa SMAN 5 Bandung Tewas dalam Bentrok, Farhan Deklarasi 'Berantas Geng Motor'
·waktu baca 2 menit

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan rasa prihatin atas meninggalnya seorang siswa dari SMAN 5 Bandung yang tewas dalam bentrok pelajar di kawasan Cihampelas. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung.
Farhan mengaku turut berduka atas kejadian tersebut. Ia bahkan menyempatkan diri menghadiri prosesi pemakaman korban dan bertemu langsung dengan keluarga untuk menyampaikan belasungkawa.
“Saya turut prihatin dengan apa yang terjadi. Kemarin juga saya hadir di pemakaman korban dan bertemu dengan orang tua korban untuk menyampaikan keprihatinan,” ujar Farhan usai menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Masjid Raya Bandung (Masjid Alun-Alun Bandung), Senin (16/3).
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan perhatian terhadap keamanan, khususnya yang melibatkan kalangan pelajar di Kota Bandung.
Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, Pemerintah Kota Bandung akan membentuk tim patroli gabungan yang melibatkan unsur pemerintah daerah bersama aparat keamanan.
“Besok Selasa kita akan mendeklarasikan pembentukan tim patroli gabungan Pemkot, TNI, dan Polri untuk pemberantasan geng motor. Pokoknya tidak boleh ada geng motor di Kota Bandung,” kata Farhan.
Ia menjelaskan, patroli tersebut akan mengedepankan langkah pencegahan terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, seperti konvoi sepeda motor secara beramai-ramai yang kerap dilakukan oleh kelompok remaja.
“Mulai dari yang preventif, yang kumpul-kumpul bawa motor ramai-ramai, pawai bawa motor ramai-ramai itu tidak boleh,” ujarnya.
Selain pencegahan, Farhan juga menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan tindakan represif secara terukur apabila masih ditemukan pelanggaran setelah dilakukan upaya preventif.
“Jadi satu preventif, kedua represif tapi terukur. Apabila sudah diperingatkan secara preventif masih melanggar, maka akan ada tindakan hukum,” kata dia.
Terkait dugaan keterlibatan pelajar dalam bentrokan tersebut, Farhan mengaku belum dapat memberikan banyak komentar dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian.
“Saya belum tahu kasusnya, jadi saya tidak bisa komentar. Perkembangan kasusnya kita tunggu dari kepolisian,” ujarnya.
Melalui langkah patroli gabungan tersebut, Pemerintah Kota Bandung berharap dapat menekan berbagai bentuk gangguan keamanan, termasuk aksi geng motor maupun potensi kekerasan yang melibatkan remaja di Kota Bandung.
