Siswa SMP Athirah Makassar yang Meninggal Dikenal Berprestasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Medali yang diperoleh BNY. Dok: Ist.
zoom-in-whitePerbesar
Medali yang diperoleh BNY. Dok: Ist.

BNY (15), siswa SMP Athirah Makassar yang meninggal dunia jatuh dari lantai 8, dikenal sebagai murid berprestasi.

BNY sekarang duduk di bangku kelas VIII Ibnu Mas'ud. Dia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, salah seorang pejabat dari Kementerian Perhubungan, Dr. Benny Yusur Nurdin.

Communication Department Head PT Kalla, Diah Zaddiah Rustham, mengatakan BNY merupakan anak yang rajin di sekolah. Dia bahkan salah satu murid berprestasi yang dimiliki Sekolah Islam Athirah Makassar.

"Iya, almarhum murid berprestasi," kata Diah kepada kumparan, Kamis (25/5).

Dok: Ist

Lanjut Diah, BNY kerap mengikuti berbagai perlombaan atau kompetisi hingga tingkat nasional.

Terakhir pada November 2022 lalu, BNY mengikuti Kompetisi Sains Delta Nasional tingkat SMP/MTs dan ia berhasil menyabet juara pertama mata pelajaran Matematika. Ia pun meraih medali emas.

"Dapat medali emas pada lomba matematika tingkat nasional," kata Diah.

Tak hanya 'jago' pada mata pelajaran MTK, BNY juga memiliki prestasi pada pelajaran lainnya. "Almarhum juga berprestasi pada Bahasa Inggris dan IPA," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Paman BNY, Andy Setiady, jika keponakannya ini merupakan anak yang pintar dan sopan.

"Orangnya pendiam. Kalau di rumah itu, dia cuma belajar, main laptop atau hp. Bahkan, orangnya sederhana, cuma naik ojek online ke sekolah," ujar Diah.

Sekolah Tak Diliburkan Siswa

Sekolah tak meliburkan siswanya pasca-tragedi jatuhnya BNY dari lantai 8 karena diduga bunuh diri pada Rabu pagi (24/5). Sekolah hanya memberikan trauma healing kepada siswa lainnya agar tidak ketakutan dengan insiden tersebut

"Tidak diliburkan tetap masuk seperti biasa jadi masuknya langsung dilakukan pendampingan khusus oleh pihak guru," kata Tim Corporate Communications Kalla, Aji kepada wartawan.

"Treatment khusus untuk teman korban masih terus dilakukan dengan didampingi guru dan pihak sekolah agar tidak menjadi trauma kepanjangan," sambung dia.

Dengan insiden ini, sekolah meningkatkan pengawasan dan menjadi bahan evaluasi ke depan.

"Peristiwa ini murni musibah menimpa kami, jadi tentu juga akan menjadi evaluasi untuk ditingkatkan ke depan," tandasnya.