Siswa Terduga Pelaku Ledakan di MAN 3 Padang Mengaku Ikut Grup Pembuat Bom

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim Gabungan melakukan pengecekan lokasi ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Selasa (14/7/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tim Gabungan melakukan pengecekan lokasi ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Selasa (14/7/2026). Foto: kumparan

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Polda Sumatera Barat masih mendalami kasus ledakan yang terjadi di MAN 3 Padang, Kota Padang, Selasa (14/7).

Salah satu temuan awal penyidik adalah pengakuan terduga pelaku yang mengaku bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak.

Juru Bicara Densus 88, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, mengatakan berdasarkan keterangan awal, terduga pelaku berinisial R (17) mengaku mempelajari cara membuat bahan peledak melalui internet. Selain itu, ia juga mengaku mengikuti sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bom.

"Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum," kata Mayndra dalam keterangannya, Selasa (14/7).

Mayndra menjelaskan, berdasarkan pengakuan awal, perangkat yang diduga sebagai bom rakitan itu dibuat sendiri oleh R di rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya. Bahan-bahan untuk merakit perangkat tersebut disebut diperoleh secara daring.

Selain itu, R juga mengaku terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025.

Peristiwa itu bermula ketika petugas keamanan sekolah menemukan barang yang diduga merupakan bom rakitan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," jelasnya.

Setelah melakukan penyelidikan awal, polisi mengamankan R yang diduga sebagai pemilik barang-barang tersebut. Sementara itu, identitas orang yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan masih didalami.

"Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman," ujar Mayndra.

Dalam kasus ini, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi. Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat ledakan tersebut.

Sebelumnya, polisi menyebut aksi R diduga dipicu rasa sakit hati karena menjadi korban perundungan sejak duduk di bangku kelas IX. Dari lokasi kejadian, polisi menemukan empat bom rakitan, satu di antaranya meledak, sementara tiga lainnya berhasil diamankan.