Siswi MTs Sukabumi yang Bunuh Diri Usai Di-bully Dikenal Aktif, Pengibar Bendera

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepsek MTsN 3 Kabupaten Sukabumi, Wawan Setiawan. Dok: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepsek MTsN 3 Kabupaten Sukabumi, Wawan Setiawan. Dok: kumparan

Ajeng (14 tahun), siswi sebuah MTs Negeri di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, bunuh diri dengan cara gantung diri di kusen rumahnya, Selasa malam (28/10).

Ternyata, Ajeng merupakan korban bullying. Ia menuliskan surat wasiat yang di dalamnya mengandung cerita bahwa teman-temannya membuatnya sakit hati.

Kepsek MTsN 3 Kabupaten Sukabumi, Wawan Setiawan, menyampaikan rasa duka atas meninggalnya siswi kelas VIII itu.

Wawan menyatakan bahwa Ajeng merupakan siswi yang aktif mengikuti kegiatan di sekolah seperti pramuka bahkan pada hari Senin (27/10), sehari sebelum tewas, menjadi petugas pengibar bendera.

Lalu pada Selasa (28/10), Ajeng mengikuti upacara sumpah pemuda. Usai upacara, dia minta izin pulang lebih awal karena sakit perut.

Ia menegaskan, selama ini pihak sekolah tidak pernah menerima aduan maupun tanda-tanda bahwa korban mengalami tekanan dari teman-temannya.

"Jadi tidak ada keluhan apa-apa, tidak ada aduan apa-apa atau tidak ada apa pun yang mendapatkan tekanan dari teman-temannya" imbuhnya.

Menurutnya, MTsN 3 Kabupaten Sukabumi merupakan sekolah ramah anak yang menolak segala bentuk kekerasan maupun perundungan. Selain itu merupakan sekolah inklusif.

Pihak sekolah telah menggelar rapat internal untuk membahas kejadian tersebut dan menyatakan siap bekerja sama dengan pihak kepolisian.

"Insya Allah kita akan kooperatif, kita akan memberikan informasi yang sangat terbuka, tidak ada ditutupi, tidak ada yang didramatisir," kata Wawan.