Siswi SD di Karawang Di-bully hingga Tangan Patah: Pelaku Dipindahkan ke SD Lain

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Disdikpora Karawang, Wawan Setiawan. Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Disdikpora Karawang, Wawan Setiawan. Foto: Dok. kumparan

Siswa SD terduga pelaku perundungan (bullying) terhadap siswi di Kecamatan Tirtajaya, Karawang, sudah dipindahkan ke sekolah lain. Kasus tersebut ramai usai tangan korban patah karena ulah pelaku.

"Udah dipindah, dimutasikan ke SD tetangganya, masih di wilayah sana (Tirtajaya)," ungkap Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Wawan Setiawan, kepada kumparan, Kamis (27/11).

Dia bilang, keputusan pemindahan siswa tersebut berdasarkan hasil musyawarah yang dilakukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di sekolah (TPPK), keluarga siswa, pihak sekolah maupun kecamatan dan DP3A Karawang.

"Itu udah hasil keputusan musyawarah. Sejak kejadian pas tanggal 6 (November), ada seminggu setelahnya (siswa) dimutasikan," ujar Wawan.

Kasus ini mencuat usai ibu korban, Rizka Puspitasari (36 tahun), mengungkapkan berdasarkan pengakuan anaknya, bahwa bullying itu terjadi di dalam kelas pada 6 November 2025.

Awalnya terduga pelaku—seorang siswa laki-laki, meminjam kipas mini kepada korban, namun korban menolak.

Merasa kesal, siswa tersebut menjambak kerudung korban hingga tiga kali dan mengeluarkan kata-kata kasar yang menghina orang tua korban.

"Ibu mana yang tidak hancur melihat anaknya diperlakukan seperti itu. Secara fisik terluka, secara psikis juga sangat terpukul," kata Rizka, Rabu (26/11).

Aksi kasar pelaku tidak berhenti di lingkungan sekolah. Saat korban hendak pulang, pelaku kembali mengincar korban.

Siswa itu menabrakkan sepeda listrik ke arah perut korban, melempar batu hingga mengenai paha korban dan meludahi wajahnya. Korban berupaya membalas dengan meludah, namun hal itu justru membuat pelaku semakin beringas.

Siswa itu kemudian mengejar korban dengan niat memukul. Korban pun mencoba melarikan diri, namun terjatuh keras hingga mengakibatkan patah tulang tangan kanan.